Selasa, 14 April 2026

BNPB: 106 Warga Mengungsi Akibat Longsor di Cilacap, 16 Rumah Terancam Gerakan Tanah

106 warga mengungsi, 16 tewas dan 7 masih hilang dan tim SAR terus mencari korban sementara rumah-rumah warga terancam gerakan tanah

Penulis: Gita Irawan
Editor: Eko Sutriyanto
dok BNPB
Memasuki hari keempat, tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan kembali menemukan dua jenazah yang tertimbun material longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Minggu (16/11/2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (17/11/2025) sebanyak 106 warga masih mengungsi akibat tanah longsor yang melanda dua dusun di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • BNPB mencatat 106 warga mengungsi akibat longsor di dua dusun Desa Cibeunying, Cilacap, dengan 16 rumah rusak berat dan 16 lainnya terancam gerakan tanah. 
  • Hingga hari kelima, 16 korban ditemukan meninggal dan tujuh masih hilang. 
  • Tim SAR terus melakukan pencarian dengan dukungan alat berat dan layanan dasar bagi pengungsi dipastikan terpenuhi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (17/11/2025) sebanyak 106 warga masih mengungsi akibat tanah longsor yang melanda dua dusun di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. 

Bencana yang terjadi usai hujan lebat dan berdurasi lama di wilayah Majenang itu terjadi pada Kamis malam (13/11/2025) pukul 20.00 WIB lalu.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari atau yang akrab disapa Aam menjelaskan warga mengungsi di dua lokasi yakni balai desa dan sekolah.

"Jumlah warga yang mengungsi sementara waktu tercatat 106 orang dengan rincian 56 orang di Balai Desa Cibeunying dan 50 orang di MTS SS Cibeunying," kata Aam dalam Siaran Pers BNPB pada Senin (17/11/2025).

"BPBD Kabupaten Cilacap yang didukung BNPB memastikan pelayanan dasar warga yang mengungsi dapat terpenuhi, misalnya dengan pelayanan makanan melalui dapur umum," lanjutnya.   

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan, kata dia, terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun material longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hingga hari ini Senin (17/11/2025).

Baca juga: Usai Cilacap, Giliran Banjarnegara Terkena Longsor: 1 Orang Tewas, 480 Warga Mengungsi

Upaya pencarian tersebut tercatat telah memasuki hari kelima pascalongsor 

"Berdasarkan pemutakhiran pada Senin (17/11/2025), pukul 11.00 WIB, tiga jenazah dilaporkan telah berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia akibat longsor sebanyak 16 jiwa," kata Aam.

"Pencarian menyisakan tujuh korban yang masih dinyatakan hilang. Operasi yang dikoordinasikan oleh Basarnas ini dimulai pukul 07.00 pagi. Langkah pencarian ditambah lagi dengan dukungan alat berat sebanyak 2 unit, masing-masing dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Cilacap dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. Pencarian korban hilang didukung dengan kondisi cuaca cerah pagi ini," sambung dia.

Selain dampak korban jiwa, kata dia, BPBD Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 16 unit rumah rusak berat.

Sebanyak 8 unit di antaranya berada di Dusun Cibuyut dan 8 unit lainnya di Dusun Tarukahan. 

"Sedangkan 16 unit rumah warga lain terancam dengan adanya gerakan tanah," kata dia.

"Pada hari ini, Senin (17/11/2025) Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto diagendakan tiba di Kecamatan Majenang untuk meninjau dampak longsor. Selain itu, BNPB akan membahas lebih lanjut dukungan hunian sementara kepada warga terdampak bencana ini," pungkas Aam.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved