Sabtu, 18 April 2026

Seputar Polri

Aipda Andi Panie: Polisi Berhati Emas yang Menyalakan Harapan untuk Sania di Maubeli

Polisi berhati emas, Aipda Andi Panie bantu keluarga kurang mampu di Maubeli dengan kasur baru untuk ibu muda yang baru melahirkan.

Editor: Content Writer
Dok. Tribratanews Manggarai
POLISI BERHATI EMAS - Aipda Andi Panie menyerahkan bantuan kasur untuk keluarga Sania Gevania Juwita Saluat di Kelurahan Maubeli sebagai bentuk kepedulian sosial. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah banyaknya stigma negatif yang kadang masih melekat pada aparat penegak hukum, selalu ada kisah yang membuktikan bahwa polisi bukan hanya sebatas penegak aturan. 

Ada sisi humanis yang muncul dari mereka yang mengabdi dengan hati—mereka yang hadir sebagai penolong ketika warga kehilangan pegangan dan membutuhkan uluran tangan.

Salah satu wujud nyata kepedulian itu hadir dari sosok Bhabinkamtibmas Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Aipda Andi Panie. Bagi masyarakat setempat, nama Aipda Andi bukan sekadar identitas seorang polisi. Ia adalah sahabat, pelindung, dan tempat meminta pertolongan yang selalu siap datang kapan saja, bahkan di tengah malam sekalipun.

“Pak Andi memilih untuk berada bagi kami masyarakat; entah siang, malam, bahkan menjelang pagi kalau ada masyarakat menghubungi pasti beliau datang lengkap dengan seragam,” ujar Alfonsius Tuames, Ketua LPM Kelurahan Maubeli.

Ketulusan itu tercermin dalam banyak tindakan kecil namun berdampak besar. Salah satunya ketika Aipda Andi membantu seorang ibu muda, Sania Gevania Juwita Saluat, warga RT 20 RW 03 yang tengah menghadapi masa sulit di tengah kondisi ekonomi serba terbatas. 

Sania tinggal bersama keluarganya di rumah sederhana berukuran 6x4 meter berdinding bebak, berlantai tanah, dan tanpa penerangan listrik. Ayahnya, Yohanes Asuat, hanya bekerja sebagai buruh pengumpul batu dengan penghasilan sekitar Rp20 ribu per hari.

Menjelang proses persalinan pada Selasa 5 Agustus 2025, Sania dan ayahnya memberanikan diri menemui Aipda Andi untuk mengungkapkan kondisi mereka. Malam itu juga Aipda Andi mengunjungi rumah tersebut. Apa yang ia lihat bukan sekadar kemiskinan, tetapi potret perjuangan hidup yang menyayat: Sania berbaring di kasur tipis di atas dipan bambu, sementara keluarga lain tidur beralaskan kardus di lantai tanah.

Baca juga: Aipda Zakir: Mengajar Ngaji 13 Tahun dan Dirikan TPA Gratis untuk Anak Desa

Tersentuh oleh keadaan itu, Aipda Andi merekam kondisi rumah tersebut dan membagikannya melalui media sosial. Unggahan tersebut viral dan menyentuh banyak orang. 

Yayasan Amnaut Bife Kuan (Yabiku) segera menyalurkan bantuan dua tempat tidur untuk keluarga itu, disusul bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Timor Tengah Utara berupa perlengkapan persalinan dan kebutuhan rumah tangga.

“Saya kenal Pak Andi, sudah banyak warga yang menceritakan perannya. Ia adalah contoh nyata polisi yang bekerja dengan hati,” ungkap Sekretaris Dinas Sosial TTU, Richard Gaudens Subay.

Kini, bayi mungil Agustina Saluat Botha bisa tidur dengan nyaman di kasur empuk bersama ibunya. “Dia sudah tidur. Saya senang karena bisa baringkan dia di kasur empuk. Semua ini karena bantuan Pak Andi,” tutur Sania tersenyum haru.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra turut memberikan apresiasi terhadap dedikasi Aipda Andi.

“Apa yang dilakukan Aipda Andi Panie adalah wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Ia menyalakan harapan di tengah keterbatasan, dan tindakan sederhana seperti ini membuat kepercayaan masyarakat semakin kuat,” tegas Kombes Pol Henry. 

Di Kelurahan Maubeli, nama Aipda Andi Panie kini bukan hanya identik dengan seragam cokelat. Ia telah menjadi simbol harapan dan cahaya kecil yang menerangi gelapnya keterbatasan.

Baca juga: Sosok Aipda Elly Ependi, Aksi Heroiknya Viral Selamatkan Nyawa 2 Remaja Tenggelam di Jakarta Utara

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved