Banjir Bandang di Sumatera
Banjir dan Longsor Sumut: Ribuan Rumah Hancur, Santunan Korban Mulai Disiapkan
Ribuan rumah hancur akibat banjir dan longsor di Sumut, santunan korban disiapkan, warga masih berjuang di tengah luka dan kehilangan.
Ringkasan Berita:
- Ribuan keluarga kehilangan rumah, warga mengungsi di tengah banjir dan longsor Sumut.
- Santunan korban meninggal Rp15 juta dan luka Rp5 juta mulai disiapkan Kemensos.
- Warga khawatir tak bisa hubungi keluarga, akses jalan terputus dan jembatan rusak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta menyatakan santunan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara mulai disiapkan, setelah ribuan rumah hancur dan warga kehilangan tempat tinggal.
Gus Ipul menegaskan santunan diberikan kepada korban meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.
“Kita memang ada santunan untuk yang wafat, ya. Kemudian ada dukungan untuk yang luka-luka. Kalau yang wafat indeks kita Rp15 juta, kalau yang luka-luka Rp5 juta,” kata Gus Ipul seusai melantik 860 guru Sekolah Rakyat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Selain bantuan awal, Kementerian Sosial juga akan melakukan program pemberdayaan apabila diperlukan.
“Setelah itu sesuai hasil asesmen, akan kita tindak lanjuti dengan program-program pemberdayaan,” tambahnya.
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana akan ditangani lintas lembaga bersama BNPB, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 50 unit rumah di Desa Simangumban Julu Kecamatan Simangumban dan Desa Siopat Bahal Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara, terdampak banjir dan longsor pada Selasa (25/11/2025). Bencana itu juga menyebabkan dua jembatan penghubung rusak dan tidak bisa dilalui warga.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan BPBD Kabupaten Tapanuli Utara telah berada di lokasi dan melakukan asesmen. Ia menambahkan, banjir juga terjadi di Kota Padang Sidempuan pada Selasa pagi. Berdasarkan kaji cepat, sekitar 220 jiwa dan 17 unit rumah terdampak.
Sebanyak satu orang dilaporkan hilang karena hanyut terbawa arus sungai di Kelurahan Hamopan Sibatu, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan.
“BPBD Kabupaten Padang Sidempuan bersama tim gabungan melakukan operasi pencarian,” kata Abdul Muhari dalam siaran pers BNPB, Rabu (26/11/2025).
Baca juga: Tangis Pecah Suami dan Anak Eks Dirut ASDP, Kabar Rehabilitasi Ira Puspadewi Bak Petir di Senja Hari
Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah longsor menimpa pemukiman warga di Tapanuli Tengah. BNPB mencatat sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di sembilan kecamatan, yakni Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori.
“Dilaporkan 1.902 kepala keluarga terdampak. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah beserta tim gabungan melakukan pemantauan dan pembersihan material longsor serta bantuan permakanan bagi warga terdampak,” ujar Abdul Muhari.
Suara warga juga menggambarkan beratnya kondisi di lapangan. Kepada Kompas.com, Anisa Rahmadani (22), warga Medan, mengaku khawatir karena tidak bisa menghubungi orangtuanya di Desa Pandan, Tapanuli Tengah.
“Sempat video call dengan ibu, tapi setelah itu komunikasi terputus. Sampai sekarang belum ada kabar,” ujar Anisa.
Dalam tayangan Kompas TV, rekaman amatir warga Desa Mardame, Tapanuli Tengah, memperlihatkan kepanikan saat longsor menimbun rumah satu keluarga hingga menewaskan empat orang.
Gambaran tersebut mencerminkan bahwa santunan pemerintah menjadi harapan awal, namun kebutuhan mendesak warga adalah akses komunikasi, pemakaman korban, dan pemulihan kehidupan sehari-hari.
Di tengah rumah yang hancur, komunikasi terputus, dan keluarga yang kehilangan, santunan hanyalah langkah awal yakni publik menanti pemulihan nyata pascabencana.
Sumber: Tribunnews.com
Banjir Sumut
longsor
santunan korban
Kementerian Sosial
Tapanuli Utara
Tapanuli Tengah
Padang Sidempuan
Banjir Bandang di Sumatera
| Pemulihan Bencana di Sumatra dan Aceh Butuh Dana Rp 60 Miliar, Jusuf Kalla Open Donasi |
|---|
| Penjarahan di Lokasi Bencana, JK Sentil Pemerintah: Mereka Itu Lapar Mau Makan, Percepat Bantuan! |
|---|
| Jusuf Kalla Pastikan Relawan PMI Standby Setahun di Sumatera demi Operasi Kemanusiaan dan Pemulihan |
|---|
| Banjir Bandang di Sumatera, Bahlil Minta Golkar Terlibat Proses Evakuasi dan Tanggap Darurat |
|---|
| Tinjau Lokasi Bencana di Tapanuli Tengah, Prabowo: Bantuan Utama yang Dibutuhkan BBM dan Listrik |
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-di-Tapanuli-Selatan-Sumut6.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.