Kamis, 23 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

900 Brimob Dikirim ke Aceh, Wakapolri: Bukan Respons Konvoi Bendera GAM

Polri kirim 900 Brimob bantu Aceh pasca bencana, termasuk 7 K-9. Wakapolri tegaskan fokus kemanusiaan, bukan konvoi bendera GAM.

Dok. POLRI
APEL PEMBERANGKATAN POLRI - Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menghadiri apel pemberangkatan personel Polri dalam rangka penanggulangan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (26/12/2025). Selain ribuan personel yang telah bekerja di lapangan, Polri juga mengerahkan tenaga kesehatan, tim trauma healing, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI). 

Ringkasan Berita:
  • Polri kirim 900 Brimob ke Aceh untuk percepatan pemulihan pasca bencana alam.
  • Wakapolri menegaskan pengerahan pasukan tidak terkait aksi konvoi bendera GAM.
  • Fokus operasi: buka jalan, distribusi logistik, sumur bor, dan layanan kesehatan warga.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mabes Polri memberangkatkan 900 personel Brimob Nusantara ke Aceh untuk membantu pemulihan pasca bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatera.

Personel ini akan difokuskan di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah, termasuk 7 anjing polisi (K-9) yang turut diterjunkan.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pengerahan pasukan ini semata-mata untuk operasi kemanusiaan dan pemulihan bencana, bukan merespons pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Apel dan Penebalan Pasukan

Apel pengecekan pasukan digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025), dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Hadir pula pejabat tinggi Polri Komjen Pol Fadil Imran, Irjen Pol Raden Firdaus Kurniawan, dan Irjen Pol Ritonga.

Dedi menjelaskan penebalan pasukan merupakan perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menyusul evaluasi kebutuhan tenaga dan peralatan di lapangan.

“Sesuai perintah Bapak Kapolri, Polri mempersiapkan kembali pasukan dan peralatan pendukung. Evaluasi satu bulan terakhir menunjukkan kebutuhan itu penting,” ujar Dedi.

Secara rinci, 300 personel dari Mabes Polri dan 600 personel dari Polda wilayah lain dikerahkan, total 900 Brimob Nusantara, lengkap dengan peralatan pendukung dan 7 anjing polisi (K-9).

“Tingkat keletihan anggota sudah tinggi, baik psikologis maupun fisik. Butuh tambahan tenaga baru dari Mabes dan Brimob Nusantara,” tambah Dedi.

Dukungan Peralatan & Infrastruktur

Selain personel, Polri menyiapkan alat berat seperti eskavator, dump truck, dan buldoser untuk membuka akses jalan, memastikan distribusi logistik, BBM, dan layanan kesehatan warga berjalan lancar.

“Dozer, ekskavator, dump truck sudah siap. Besok saya akan cek langsung operasionalisasi sesuai arahan Kapolri,” jelas Dedi.

Target Sumur Bor & Air Bersih

Pasukan tambahan juga mendukung target 300 titik sumur di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

  • Sudah dikerjakan: 228 titik → 84 beroperasi, 144 proses pengerjaan
  • Aceh: 201 titik → 66 selesai, 135 proses
  • Sumut: 25 titik → 18 selesai, 7 proses
  • Sumbar: 2 titik, rencana tambah di Agam

“Fokus utama pasukan adalah operasi kemanusiaan: akses jalan, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, dan pembangunan perumahan warga,” jelas Dedi.

Baca juga: Polisi Tetapkan Seorang Mahasiswa Jadi Tersangka Kasus Teror Bom ke 10 Sekolah di Depok Jawa Barat

Bantah Terkait Konvoi Bendera GAM

Wakapolri menegaskan bahwa pengerahan pasukan tidak terkait dengan pengibaran bendera Bulan Bintang di jalan nasional Aceh.

Sejumlah warga sebelumnya melakukan aksi pengibaran bendera di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, yang sempat muncul di media sosial.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved