Pratu Farkhan Tewas Diduga Dianiaya Senior, Keluarga di Sumut Minta Pelaku Dipecat dari TNI
Pratu Farkhan Syauqi Marpaung (23) tewas diduga dianiaya senior saat bertugas di Papua. Kasus ini kini diusut TNI AD dan pelaku ditahan di POM Timika.
Ringkasan Berita:
- Pratu Farkhan Syauqi Marpaung (23), prajurit Yonif 113/Jaya Sakti Aceh, tewas diduga akibat penganiayaan seniornya saat bertugas di Papua Tengah.
- Terduga pelaku berinisial Kopda F telah diamankan di POM Timika.
- Orang tua korban, Zakaria Marpaung dan Masinah Wati Silalahi, menyatakan kekecewaan serta meminta pelaku dipecat.
TRIBUNNEWS.COM - Duka mendalam menyelimuti keluarga Pratu Farkhan Syauqi Marpaung (23), prajurit TNI yang diduga tewas akibat penganiayaan senior.
Anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, Aceh tersebut meninggal saat bertugas di Papua Tengah, Rabu (31/12/2025).
Jenazah almarhum telah dimakamkan di TPU Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara pada Sabtu (3/1/2026).
Terduga pelaku berinisial Kopda F telah diamankan di POM Timika untuk proses penyelidikan.
Kopda F dan korban sama-sama dinas di Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, Aceh dan ditugaskan di Papua Tengah.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono, menegaskan TNI AD tidak mentolerir segala tindakan kekerasan sesama prajurit.
"Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Komandan Brigrif 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menerangkan kasus ini mendapat atensi khusus dari Panglima TNI, Agus Subianto.
"Adik kita meninggal karena sakit, dan memang ada dugaan kekerasan. Tapi kejadiannya ada di daerah penugasan, jadi ada proses dan mekanisme dalam memeriksa dan menyelidiki kasus ini," tuturnya.
Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengungkapkan kekecewaannya atas peristiwa yang menimpa putranya.
Ia menuturkan penugasan di Pos TK Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya berakhir tragis.
Baca juga: Anggota TNI Masuk Ruang Sidang Nadiem, Imparsial Kritik, Begini Penjelasan Mabes TNI dan Kejaksaan
"Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian, di Papua," ungkapnya.
Korban kemudian dihampiri prajurit berpangkat Sersan.
"Terus si Sersan ini memijiti. Lalu, datang yang berpangkat Kopral dan memanggil anak saya. Diajaknya ke samping, lalu disuruh tunduk, dipukul pakai ranting punggungnya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pratu-Farkhan-Tewas.jpg)