Kamis, 16 April 2026

402 Orang Masih Hilang, Penanganan Bencana di Sumatera Dipercepat

Korban meninggal bencana hidrometeorologi di Sumut, Aceh, dan Sumbar naik jadi 442 jiwa. Operasi pencarian dan distribusi bantuan terus dikebut

Editor: Eko Sutriyanto
BNPB
PETA BENCANA - Tangkapan layar peta bencana yang dirilis BNPB. Tercatat 46 kabupaten di tiga provinsi di Sumatera, antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dilanda bencana banjir bandang dan longsor. Ratusan orang meninggal dunia. Lebih dari 290 ribu orang mengungsi. 

Di Sumatera Barat, data sementara mencatat 129 meninggal dunia, 118 orang hilang, dan 16 luka-luka. Pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Pesisir Selatan.

Sejumlah jalur terdampak dan terputus, seperti ruas Koto Mambang–Balingka, Pasar Baru–Alahan Panjang, dan jalur nasional Padang Panjang–Sicincin.

Meski demikian, sebagian besar wilayah masih dapat ditembus melalui jalur darat.

Bantuan logistik tahap dua seberat 120 ton sedang dikirim via jalur darat.

Pemerintah juga mengerahkan pesawat Caravan 208B dan helikopter Bell 505 untuk distribusi ke wilayah terisolasi.

PENINJAUAN BANTUAN BANJIR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama jajaran Kemendagri dan pemerintah daerah meninjau kondisi banjir di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (30/11/2025), sekaligus memastikan bagaimana distribusi logistik, ketersediaan BBM, dan penanganan darurat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
PENINJAUAN BANTUAN BANJIR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama jajaran Kemendagri dan pemerintah daerah meninjau kondisi banjir di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (30/11/2025), sekaligus memastikan bagaimana distribusi logistik, ketersediaan BBM, dan penanganan darurat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. (Istimewa)

Kunjungan dan Koordinasi Penanganan Darurat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Pratikno bertolak ke Kabupaten Tapanuli Tengah pada Minggu (30/11) untuk memastikan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah berjalan dengan baik. 

Setibanya di Tapanuli Tengah, Kepala BNPB bersama Menko PMK menuju GOR Pandan di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah untuk berkoordinasi terkait percepatan penanganan darurat banjir dan longsor dengan Pemerintah Daerah setempat. Pada kesempatan itu, hadir Sekda Tapanuli Tengah dan Walikota Sibolga. 

Kepada Suharyanto dan Praktikno, Pemerintah Daerah Tapanuli Tengah melaporkan kendala yang dihadapi dalam upaya penanganan darurat saat ini berupa matinya jaringan listrik.

Ketiadaan jaringan listrik ini yang membuat kontak masyarakat kepada sanak saudara terputus. Pemulihan jaringan listrik di Tapanuli Tengah membutuhkan sarana helikopter untuk menjangkau kerusakan-kerusakan di daerah terpencil.

Merespon hal tersebut, Suharyanto langsung menghubungi Direktur Utama PLN dan berkomitmen untuk memfasilitasi tim teknisi PLN dengan helikopter untuk menuju ke titik kerusakan di lokasi yang jauh.

"Kami ada heli di bandara Pinangsori dan bandara Silangit, nanti silakan sampaikan kepada timnya, BNPB akan siapkan helinya untuk kegiatan perbaikan listrik", kata Suharyanto dalam sambungan telepon bersama Direktur Utama PLN.

"Yang penting, perbaikan jaringan listrik ini harus segera karena ketiadaan listrik sangat berpengaruh pada suplai air bersih, internet, hingga distribusi BBM", tegas Suharyanto.

Usai berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,  Kepala BNPB dan Menko PMK melanjutkan perjalanan ke wilayah terdampak di Tapanuli Selatan.

Suharyanto dan Pratikno menyaksikan sendiri, kerusakan rumah-rumah, peralatan, dan kendaraan akibat banjir di Desa Hotagodang, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Tampaknya kondisi pascabanjir di wilayah ini cukup masif. Arus deras air membawa material lumpur dan batang kayu ke wilayah permukiman warga.

Di posko lapangan, Kepala BNPB menyampaikan agar tim darurat memprioritaskan wilayah tersebut untuk melakukan pembersihan dengan menurunkan alat berat khusus untuk membersihkan kayu-kayu besar.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved