Senin, 27 April 2026

402 Orang Masih Hilang, Penanganan Bencana di Sumatera Dipercepat

Korban meninggal bencana hidrometeorologi di Sumut, Aceh, dan Sumbar naik jadi 442 jiwa. Operasi pencarian dan distribusi bantuan terus dikebut

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
BNPB
PETA BENCANA - Tangkapan layar peta bencana yang dirilis BNPB. Tercatat 46 kabupaten di tiga provinsi di Sumatera, antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dilanda bencana banjir bandang dan longsor. Ratusan orang meninggal dunia. Lebih dari 290 ribu orang mengungsi. 
Ringkasan Berita:
  • Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menelan 442 korban jiwa dan 402 orang masih hilang. 
  • BNPB bersama TNI/Polri dan instansi terkait terus melakukan pencarian, distribusi logistik, serta pemulihan akses dan jaringan komunikasi di wilayah terparah. 
  • Pemerintah juga mengirim bantuan alat berat, helikopter, starlink, hingga peralatan darurat untuk mempercepat pemulihan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M. menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. 

Laporan disampaikan dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Minggu (30/11/2025).

Data sementara mencatat 442 orang meninggal dunia dan 402 lainnya masih hilang. Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah masih bekerja untuk mempercepat pencarian korban, evakuasi, distribusi logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

"Di Sumatera Utara, tercatat 217 korban meninggal dunia dan 209 orang masih hilang," kata Suharyanto, Minggu (1/12/2025).  

Korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Jumlah pengungsi turut meningkat, dengan sebaran: Tapanuli Utara: 3.600 jiwa; Tapanuli Tengah: 1.659 jiwa; Tapanuli Selatan: 4.661 jiwa; Kota Sibolga: 4.456 jiwa; Humbang Hasundutan: 2.200 jiwa dan Mandailing Natal: 1.378 jiwa.

Baca juga: Banyak Kayu Gelondongan Hanyut Imbas Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar, Menhut Janji Lakukan Evaluasi

Sejumlah jalur darat masih terputus akibat longsor.

Jalan Tarutung–Sibolga belum sepenuhnya dapat dilalui, sementara beberapa kecamatan di Mandailing Natal dan Tapanuli Tengah masih terisolasi.

Distribusi logistik tahap pertama ke Sibolga, Tapanuli Tengah, Selatan, Utara, dan Humbang Hasundutan telah terpenuhi.

Pengiriman ke Mandailing Natal, Gunung Sitoli, dan Nias Selatan masih menggunakan jalur udara karena akses darat terputus.

BNPB mengerahkan 20 personel di Tapanuli Utara dan Tengah, serta dukungan 500 personel TNI/Polri di Tapanuli Tengah.

Pemerintah juga mengirim genset, alat komunikasi, tenda, dan bantuan makanan dengan dukungan lima helikopter BNPB–TNI.

Aceh: 96 Jiwa Meninggal, 75 Hilang

Di Provinsi Aceh, tercatat 96 korban meninggal dan 75 hilang, tersebar di 11 kabupaten/kota, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, hingga Gayo Lues. Total pengungsi mencapai 62.000 KK.

Sejumlah jalur utama terputus total, termasuk perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, jembatan Meureudu, serta ruas jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Untuk mendukung komunikasi dan percepatan distribusi bantuan, BNPB telah mengaktifkan Starlink di lima wilayah dan mengirim logistik melalui udara serta jalur laut. Presiden turut mendistribusikan bantuan berupa genset, Starlink, tenda, perahu karet, hingga paket pangan.

Sumatera Barat: 129 Meninggal, 118 Hilang

Di Sumatera Barat, data sementara mencatat 129 meninggal dunia, 118 orang hilang, dan 16 luka-luka. Pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Pesisir Selatan.

Sejumlah jalur terdampak dan terputus, seperti ruas Koto Mambang–Balingka, Pasar Baru–Alahan Panjang, dan jalur nasional Padang Panjang–Sicincin.

Meski demikian, sebagian besar wilayah masih dapat ditembus melalui jalur darat.

Bantuan logistik tahap dua seberat 120 ton sedang dikirim via jalur darat.

Pemerintah juga mengerahkan pesawat Caravan 208B dan helikopter Bell 505 untuk distribusi ke wilayah terisolasi.

PENINJAUAN BANTUAN BANJIR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama jajaran Kemendagri dan pemerintah daerah meninjau kondisi banjir di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (30/11/2025), sekaligus memastikan bagaimana distribusi logistik, ketersediaan BBM, dan penanganan darurat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
PENINJAUAN BANTUAN BANJIR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama jajaran Kemendagri dan pemerintah daerah meninjau kondisi banjir di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (30/11/2025), sekaligus memastikan bagaimana distribusi logistik, ketersediaan BBM, dan penanganan darurat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. (Istimewa)

Kunjungan dan Koordinasi Penanganan Darurat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Pratikno bertolak ke Kabupaten Tapanuli Tengah pada Minggu (30/11) untuk memastikan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah berjalan dengan baik. 

Setibanya di Tapanuli Tengah, Kepala BNPB bersama Menko PMK menuju GOR Pandan di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah untuk berkoordinasi terkait percepatan penanganan darurat banjir dan longsor dengan Pemerintah Daerah setempat. Pada kesempatan itu, hadir Sekda Tapanuli Tengah dan Walikota Sibolga. 

Kepada Suharyanto dan Praktikno, Pemerintah Daerah Tapanuli Tengah melaporkan kendala yang dihadapi dalam upaya penanganan darurat saat ini berupa matinya jaringan listrik.

Ketiadaan jaringan listrik ini yang membuat kontak masyarakat kepada sanak saudara terputus. Pemulihan jaringan listrik di Tapanuli Tengah membutuhkan sarana helikopter untuk menjangkau kerusakan-kerusakan di daerah terpencil.

Merespon hal tersebut, Suharyanto langsung menghubungi Direktur Utama PLN dan berkomitmen untuk memfasilitasi tim teknisi PLN dengan helikopter untuk menuju ke titik kerusakan di lokasi yang jauh.

"Kami ada heli di bandara Pinangsori dan bandara Silangit, nanti silakan sampaikan kepada timnya, BNPB akan siapkan helinya untuk kegiatan perbaikan listrik", kata Suharyanto dalam sambungan telepon bersama Direktur Utama PLN.

"Yang penting, perbaikan jaringan listrik ini harus segera karena ketiadaan listrik sangat berpengaruh pada suplai air bersih, internet, hingga distribusi BBM", tegas Suharyanto.

Usai berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,  Kepala BNPB dan Menko PMK melanjutkan perjalanan ke wilayah terdampak di Tapanuli Selatan.

Suharyanto dan Pratikno menyaksikan sendiri, kerusakan rumah-rumah, peralatan, dan kendaraan akibat banjir di Desa Hotagodang, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Tampaknya kondisi pascabanjir di wilayah ini cukup masif. Arus deras air membawa material lumpur dan batang kayu ke wilayah permukiman warga.

Di posko lapangan, Kepala BNPB menyampaikan agar tim darurat memprioritaskan wilayah tersebut untuk melakukan pembersihan dengan menurunkan alat berat khusus untuk membersihkan kayu-kayu besar.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved