Selasa, 5 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Kondisi Aceh-Sumut: Warga Punguti Beras yang Dilempar dari Helikopter, Terpaksa Minum Air Banjir

Kondisi warga terdampak banjir di Aceh dan Sumatra masih memprihatinkan. Ada yang memunguti beras bantuan di Sumut, hingga minum air banjir di Aceh.

Tayang:
Tribun Medan/Fb Sumatera_talk
PUNGUTU BERAS - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga memunguti butiran beras yang tercampur tanah menjadi viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan kondisi bantuan logistik berupa beras yang dilempar dari helikopter kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi warga terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara, masih memprihatinkan.
  • Mereka kekurangan bahan makanan karena bantuan belum merata ke sejumlah daerah terdampak.
  • Bahkan, warga terpaksa meminum air banjir.

TRIBUNNEWS.COM - Korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) masih dalam kondisi memprihatinkan hingga Selasa (2/12/2025).

Setelah kehilangan harta benda mereka yang hanyut disapu banjir, warga kini harus menghadapi situasi sulit.

Mereka kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. 

Di Tapanuli Utara, Sumatra Utara, sebuah video sejumlah warga korban bencana memunguti butiran beras yang tercampur tanah, viral di media sosial.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, tertulis keterangan beras itu berasal dari bantuan logistik untuk masyarakat yang terkena bencana alam banjir dan longsor di Tapanuli Utara.

Beras itu tumpah lantaran dilempar dari helikopter.

Tampak dalam video itu, bantuan beras dan mi instan kepada korban banjir dan longsor dilempar dari helikopter.

Saat bantuan dijatuhkan, banyak kemasan beras yang rusak hingga berceceran di tanah.

Warga lantas beramai-ramai memungut beras yang bercampur tanah tersebut dan menjadikan bajunya sebagai wadah.

Dalam video itu juga dijelaskan, bantuan yang diberikan dari helikopter karena akses ke wilayah tersebut tertutup longsor.

"Paket bantuan langsung habis berceceran, kondisi ini membuat banyak korban merasa kecewa karena tidak semua mendapatkan bagian," tulis narasi video. 

Baca juga: Kerugian akibat Banjir Capai Rp6 T, Setara Biaya Kuliah 510 Ribu Mahasiswa Kedokteran Ber-KIP

Ketua Harian Posko Darurat Bencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Basarin Yunus mengatakan, pemberian bantuan dengan helikopter dilakukan karena kondisi darurat.

Sebab, akses darat tidak bisa dilewati. Pihaknya pun terpaksa melakukan pengiriman lewat helikopter.

Akan tetapi, tidak semua lokasi punya helipad yang memadai, sehingga bantuan akhirnya dilempar dari helikopter.

"Tidak semua daerah atau desa-desa yang mempunyai helipad (tempat landasan helikopter). Sehingga salah satu cara untuk bisa mendistribusikan bahan pangan ini adalah kita jatuhkan dari helikopter. Dengan harapan bisa diakses masyarakat setelah sampai di permukaan maupun di tanah," kata Basarin, dilansir Tribun-Medan.com

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved