Banjir Bandang di Sumatera
Perkiraan Biaya Perbaikan Kerusakan Bencana di Sumatra Mencapai Rp51,82 Triliun
Perkiraan itu kemungkinan masih bertambah mengingat jumlah korban masih belum mencapai data final dan terus diperbarui setiap harinya.
Ringkasan Berita:
- Perkiraan biaya memperbaiki kerusakan akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai Rp51,82 triliun.
- Kondisi di Sumatra Barat sudah lebih baik daripada Sumatera Utara dan Aceh yang turut terdampak akibat bencana alam ini
- Sistem pengiriman bantuan bagi wilayah terisolasi saat ini sudah tidak lagi di lempar dari atas.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan perkiraan biaya memperbaiki kerusakan akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai Rp51,82 triliun.
Perkiraan itu kemungkinan masih bertambah mengingat jumlah korban masih belum mencapai data final dan terus diperbarui setiap harinya.
Keterangan tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) penanganan bencana Sumatera di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.
Baca juga: Update BNPB: Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Sumatera 914 Jiwa
“Tentu saja, data ini belum akurat, Bapak Presiden, masih terus kami lengkapi. Kami berkoordinasi dengan Kementerian PU,” kata Letjen Suharyanto.
Suharyanto mengatakan biaya pemulihan bencana di Sumatra Utara (Sumut) mencapai Rp12,88 triliun, Sumatra Barat (Sumbar) mencapai Rp13,52 triliun dan Aceh butuh Rp25,41 triliun.
Data perhitungan tersebut diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Suharyanto memastikan, kondisi di Sumatra Barat sudah lebih baik daripada Sumatera Utara dan Aceh yang turut terdampak akibat bencana alam ini.
Sejauh ini, sebanyak dua kabupaten di Sumatera Barat, yakni Agam dan Pesisir Selatan, memerlukan penanganan khusus.
“Agam, ini ada beberapa kecamatan, ada 5 nagari yang masih terisolasi. Dan Pesisir Selatan ada satu kecamatan dan tiga nagari yang terisolasi,” jelas dia.
“Kemudian juga untuk daerah terdampak, ini dua kabupaten Pesisir Selatan dan Agam ada beberapa nagari, ini pun kami sudah drop logistik secara terus-menerus,” tambah dia.
Suharyanto menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan di Kabupaten Pesisir Selatan masih dilakukan melalui jalur udara.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, penyaluran bantuan selain lewat jalur udara juga sudah dapat dilakukan melalui akses darat.
Baca juga: Kepala BNPB Jelaskan ke Presiden Tidak Ada Lagi Pengiriman Bantuan Dilempar dari Helikopter
Saat ini, satu-satunya jalan nasional yang masih terdampak berada di ruas Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai. Meski demikian, akses kedua wilayah tidak terputus karena tersedia sejumlah jalur alternatif.
Untuk jalan provinsi, sejumlah titik masih dalam tahap perbaikan, yakni ruas Sicincin–Padang Pariaman menuju Malalak–Agam yang diperkirakan selesai dalam tiga minggu.
Sementara itu, perbaikan ruas Padang Luar–Bukittinggi menuju Maninjau ditargetkan rampung dalam satu minggu berdasarkan informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penampakan-Longsor-di-Sibolga-Selatan_20251205_200222.jpg)