Senin, 27 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Penampakan 4 Gajah Ikut Bersihkan Kayu Sisa Banjir Bandang di Pidie Jaya Aceh Bikin Haru 

4 ekor gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Share ikut membersihkan puing-puing kayu dan material berat yang terseret banjir di Pidie Jaya.

Serambinews.com/Serambinews/Hendri Abik/HO/Facebook/Kolase Tangkapan Layar Kompas.com
GAJAH IKUT BANTU - Empat ekor gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Share ikut membersihkan puing-puing kayu dan material berat yang terseret arus banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh. Penampakan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) membantu penanganan bencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Empat ekor gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Share ikut membersihkan puing-puing kayu dan material berat yang terseret arus banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh.
  • Keempat ekor gajah itu bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni.
  • Mereka bukan gajah sembarangan melainkan gajah yang telah terlatih khusus untuk tugas-tugas berat.

 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Empat ekor gajah perkasa bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni ikut membantu membersihkan puing-puing kayu dan material berat yang terseret arus banjir bandang di Aceh.

Tampak gajah-gajah ini dengan perkasa memindahkan material kayu yang menumpuk di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

 

Bukan Gajah Sembarangan

Adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang mendatangkan empat gajah itu ke Pidie Jaya

Gajah-gajah ini berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Share dan telah terlatih khusus untuk tugas-tugas berat seperti ini.

Baca juga: Pencarian Korban di Agam: Anjing Pelacak Mendadak Lemas, Erik Sewa Alat Berat Cari Jasad Ibunya

Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, menjelaskan gajah-gajah jinak tersebut memiliki pengalaman panjang dalam membantu pembersihan pasca bencana, termasuk saat tsunami Aceh 2004.

"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG (Pusat Latihan Gajah) Share. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,"kata Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan.

 

Kekuatan dan Kelincahan Gajah

Selain itu, gajah ini juga dapat digunakan untuk mengantar logistik kepada para korban banjir di Pidie Jaya, termasuk mencari korban yang belum ditemukan.

"Kami target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Untuk durasi, kami akan bertugas selama tujuh hari di sini, terakhir 14 Desember 2025," katanya.

Mereka mampu membuka akses jalan darat antardesa yang masih terputus dan membersihkan lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat. 

Dengan kekuatan dan kelincahan mereka, gajah dapat menjangkau area-area yang sulit diakses oleh kendaraan atau manusia, sehingga mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

PENANGANAN BENCANA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah untuk membantu membersihkan akibat bencana banjir bandang di kawasan Pidie Jaya, Aceh pada Senin (8/12/2025). Adapun gajah-gajah ini mengangkat material kayu besar dan material berat lainnya di lokasi.
PENANGANAN BENCANA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah untuk membantu membersihkan akibat bencana banjir bandang di kawasan Pidie Jaya, Aceh pada Senin (8/12/2025). Adapun gajah-gajah ini mengangkat material kayu besar dan material berat lainnya di lokasi. (HO/ Polri)

 

Reaksi Haru Netizen di Media Sosial

Peran gajah dalam penanganan bencana ini mendapat perhatian luas dari warganet yang dihimpun Tribun-medan.com. 

Banyak yang mengungkapkan rasa haru dan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh gajah, terutama mengingat habitat mereka yang semakin terancam oleh aktivitas manusia.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved