Senin, 27 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatra: dari Kelas Berlumpur hingga Kampus Ruang Solidaritas

Kemendikdasmen memperkirakan dampak kerusakan pada sekolah tidak bisa dipulihkan hanya dengan membersihkan ruang kelas.

Penulis: willy Widianto
Editor: Erik S
BNPB/
BENCANA SUMBAR - Dampak kerusakan materil yang terjadi, akibat banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (30/11/2025). TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

Ada kampus yang membuka aula menjadi tempat tidur puluhan pengungsi, ada yang mengerahkan tim medis fakultas kesehatan untuk membantu penyintas, dan ada pula yang mengirim relawan mahasiswa untuk memetakan kebutuhan dasar masyarakat.

Para dosen mengajak mahasiswa mereka untuk turun langsung, menjadikan bencana sebagai ruang belajar kemanusiaan yang sulit diperoleh di kelas.

Di ranah riset dan pengabdian masyarakat, pemerintah membuka program bantuan hingga Rp500 juta per proposal. Kampus-kampus didorong menyusun intervensi berbasis ilmu, mulai dari penyelenggaraan pendidikan darurat, rekonstruksi ruang belajar, pemulihan psikologis penyintas, hingga penyusunan sistem mitigasi kebencanaan jangka panjang.

Baca juga: Total 1.009 Sekolah Terdampak Banjir Sumatera, Kemendikdasmen Kirim Bantuan Rp 4 Miliar

Banyak tim dari kampus membawa peralatan sendiri untuk memetakan risiko lahan, membuat sistem informasi sederhana bagi relawan, atau mengatur logistik bantuan agar distribusinya lebih tertata.

Peran kampus dalam pemulihan memberi warna baru pada proses rehabilitasi pendidikan. Kampus bukan hanya tempat mahasiswa kuliah, tetapi juga tempat solidaritas tumbuh melalui praktik nyata.

Keberadaan mereka memberi harapan tambahan bagi masyarakat yang sedang bangkit kembali dari kehilangan. Pemerintah menilai dinamika ini sebagai bentuk paling relevan dari konsep “Kampus Berdampak.”

Seluruh ikhtiar tersebut juga mendapatkan jaminan dari Presiden Prabowo Subianto, yang mengingatkan para menteri hingga kepala daerah agar tidak ada penyelewengan di semua entitas pemerintahan, terutama jika ada pihak yang memanfaatkan bencana di Sumatera untuk upaya memperkaya diri.

"Saya ingatkan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan. Karena ini buktinya kita butuh setiap kemampuan kita. Kita butuh setiap uang kita untuk menghadapi dan mengatasi kesulitan rakyat," kata Prabowo menegaskan.

Ikhtiar pemulihan pendidikan di Sumatera menyentuh seluruh jenjang, dari kelas yang berlumpur hingga kampus yang akses internetnya terputus. Semua bergerak dalam satu tujuan, yakni memastikan ekosistem belajar tetap hidup.

Aksi gotong royong ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah ruang pemulihan yang paling manusiawi, tempat anak-anak kembali menemukan harapan, para guru mendapatkan kekuatan, dan kampus menemukan cara paling bermakna untuk hadir bagi masyarakat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved