Sabtu, 18 April 2026

Honai Adat Dibangun Kembali, Elaboge Jayawijaya jadi Kampung Adat Percontohan

Pemerintah Pusat mendukung pembangunan Honai Adat di Kampung Elaboge, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
Pemerintah Pusat mendukung pembangunan Honai Adat di Kampung Elaboge, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah pusat dukung pembangunan Honai Adat sebagai pelestarian budaya dan pariwisata.
  • Dibangun tujuh honai dengan fungsi adat dan edukasi budaya.
  • Honai sebagai simbol identitas, persatuan, dan penguatan jati diri Papua.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Pusat mendukung pembangunan Honai Adat di Kampung Elaboge, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya.

Pembangunan ini jadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. 

Program ini diarahkan untuk menjadikan Kampung Elaboge sebagai Kampung Adat Percontohan di wilayah Papua Pegunungan.

"Makna dan pelestarian honai tidak bisa dilepaskan dari jati diri masyarakat Papua. Honai bukan sekadar rumah adat, tetapi simbol persatuan, pusat musyawarah, dan tempat pendidikan budaya yang diwariskan turun-temurun," ujar Stafsus Menhan Bidang Kedaulatan NKRI Lenis Kogoya kepada wartawan, Senin (22/12/2025).

Pembangunan saat ini mencakup tujuh unit honai, terdiri atas enam honai pendukung dan satu honai utama.

Keenam honai pendukung memiliki fungsi filosofis masing-masing, yaitu Honai Perempuan, Honai Laki-Laki, Honai Kesuburan, Honai Perang, Honai Keramat, dan Honai Pertemuan. 

Sementara itu, satu honai utama akan difungsikan sebagai museum budaya, tempat penyimpanan benda bersejarah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, generasi muda, dan wisatawan.

"Dengan melestarikan honai, kita menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat kedaulatan NKRI di tanah Papua," ucapnya.

Kampung Elaboge sendiri terletak di Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, dekat lembah Baliem. 

Lokasi ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, sehingga dipilih sebagai pusat pembangunan Kampung Adat Percontohan. 

Ribuan honai masih berdiri di Papua, terutama di sekitar Wamena dan Lembah Baliem, yang menjadi pusat budaya suku Dani. 

Jumlah ini menunjukkan bahwa honai tetap hidup dalam keseharian masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya.

"Honai juga menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur besar, tetapi juga tentang warisan budaya yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat," ucapnya. 

Kepala Kampung Elaboge sekaligus Kepala Suku Besar Distrik Silo Karno Doga, Habo Holago, menjelaskan bahwa secara historis kampung tersebut memiliki enam honai adat yang menjadi bagian dari tatanan kehidupan masyarakat. 

Honai-honai tersebut mengalami kerusakan dan tidak lagi difungsikan. 

Melalui dukungan pemerintah pusat, honai-honai adat kini dibangun kembali agar dapat difungsikan secara optimal sesuai nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur.

Honai bukan sekadar rumah adat, melainkan simbol persatuan, kehangatan keluarga, dan identitas budaya masyarakat Papua

Bentuk bundar dengan atap jerami tebal dirancang untuk menahan dingin pegunungan Papua, menjadikannya arsitektur yang sesuai dengan kondisi geografis. 

Dengan melestarikan honai, pemerintah berupaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat jati diri masyarakat adat di tengah arus modernisasi.

Menurut Habo Holago, keberadaan honai-honai ini mencerminkan struktur sosial, nilai adat, serta identitas budaya masyarakat Kampung Elaboge yang diwariskan turun-temurun. 

Baca juga: Koops Habema Inisiasi Gotong Royong Bangun Honai Warga di Distrik Gome Papua Tengah

Dirinya menegaskan bahwa kawasan Honai Adat akan dikelola sebagai pusat kegiatan adat, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved