Kamis, 18 Juni 2026

Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat Infeksi EEHV, Dokter Spesialis Datang dari India

Laila, gajah Sumatera berusia 1 tahun 6 bulan, ditemukan mati di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Bengkalis, Riau.

Tayang:
Penulis: Willem Jonata
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
PENYELAMATAN GAJAH SUMATERA - Tim dari Vantara, pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi satwa liar raksasa di Jamnagar, Gujarat, India, didampingi Fauna Land Indonesia bersama Ditjen KSDAE, melakukan evaluasi dan analisis medis sebagai tindakan preventif agar populasi gajah Sumatera tidak terinfeksi virus EEHV. 

Ringkasan Berita:
  • Gajah berusia 1 tahun 6 bulan di KPG Sebangga ditemukan mati, penyebabnya infeksi EEHV
  • Pemerintah mendatangkan ahli dari India untuk mencegah hal yang sama terjadi
  • Upaya ini diharapkan menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang bukan hanya terancam akibat kehilangan rumah ekosistem mereka, tapi juga ancaman EEHV

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laila, gajah Sumatera berusia 1 tahun 6 bulan, ditemukan mati di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Bengkalis, Riau.

Sebab kematiannya diketahui akibat infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

Mencegah hal serupa terjadi, tim dari Vantara, pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi satwa liar raksasa di Jamnagar, Gujarat, India, datang melakukan analisis medis dan melakukan tindakan preventif terhadap virus tersebut.

Mereka didampingi tim dari Fauna Land Indonesia.

“Kita hari ini mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina di Balai Besar KSDAE Riau, bersama tim dari Vantara dari India untuk bersama-sama mengevaluasi dan melihat kondisi Gajah yang di-captivity," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Prof Satyawan Pudyatmoko, Senin (22/12/2025).

Evaluasi dilakukan sebagai antisipasi atau mencegah kejadian yang sama seperti dialami anak gajah yang mati karena virus EEHV.

"Itu akan kita cegah," tegasnya.

Menurutnya, pencegahan kematian gajah akibat infeksi EEHV memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, terutama dalam mendeteksi gejala sejak dini.

Dia mengharapkan kerjasama ini dapat menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang bukan hanya terancam akibat kehilangan rumah ekosistem mereka, tapi juga ancaman EEHV.

“Mencegah itu, kita perlu ada pengetahuan cukup, perlu ada keterampilan cukup. Kita bekerjasama dengan mitra kita dari luar negeri untuk datang bersama-sama. Membuat peaceline data untuk Gajah yang ada di sini, lalu juga tentu capacity building untuk mahut (pawang gajah) ya,” jelasnya.

Meski kerjasama ini dimulai di Buluh Cina, upaya preventif nantinya juga akan menjangkau seluruh kantong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo, Sebanga, Waykambas dan lokasi lainnya.

CEO Fauna Land Indonesia, Danny Gunalen menyampaikan, pihaknya sebagai perwakilan Vantara di Indonesia, siap mendukung pemerintah dalam survei dan penanganan kesehatan gajah di TWA Buluh Cina.

Vantara dari India dikenal sebagai salah satu pusat penyelamatan dan rumah sakit gajah terbesar di dunia.

“Kami bermitra dengan Vantara dari India. Mereka adalah salah satu rescue center Gajah terbesar di dunia, dan memiliki rumah sakit Gajah terbesar di dunia,” kata Danny.

Tim dokter spesialis gajah dari India telah melakukan diagnosis awal, mempelajari kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah di lokasi tersebut, terutama pasca merebaknya penyakit herpes.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved