Kamis, 28 Mei 2026

3 Kasus Kekerasan Terhadap Karyawati, Terbaru Dosen di Makassar Ludahi Kasir

Tiga kasus kekerasan menimpa pegawai perempuan di Makassar, Bekasi, dan Karanganyar. Dosen ludahi kasir perempuan karena tak terima ditegur

Tayang:
HO/IST/Instagram/TeropongMakassar/Tribun Timur
DOSEN DI MAKASSAR - Seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM), Amal Said, viral setelah meludahi kasir perempuan di Tamalanrea. Aksinya yang dianggap merendahkan korban kini dilaporkan ke polisi dan akan diproses secara pidana. 

Ringkasan Berita:
  • Tiga kasus kekerasan terhadap pegawai perempuan terjadi di Makassar, Bekasi, dan Karanganyar.
  • Seorang dosen UIM, Amal Said, meludahi kasir di Makassar.
  • Pegawai SPPG Bekasi, RDA, mengalami kekerasan verbal dan pelecehan dari atasannya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Beredar viral video seorang pria meludahi kasir perempuan di sebuah pusat perbelanjaan di Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah ditelusuri pria tersebut merupakan dosen Universitas Islam Makassar (UIM) bernama Amal Said.

Kasus ini telah dilaporkan kasir perempuan berinisial N (21) ke Polsek Tamalanrea.

Pada Oktober 2025 lalu, kasus kekerasan juga dialami pegawai perempuan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Korban RDA (28) mendapat perlakuan kasar hingga mengarah ke pelecehan seksual dari atasannya sendiri, berinisial KP (29).

Di Karanganyar, Jawa Tengah, karyawati pabrik tekstil dianiaya manajer produksi berinisial W (59).

Berikut tiga kasus kekerasan terhadap pegawai perempuan:

  1. Kasir di Makassar Diludahi

Amal Said selaku dosen UIM membenarkan video pria meludahi kasir perempuan merupakan dirinya.

Insiden itu terjadi pada Kamis (25/12/2025) saat Amal sedang membayar belanjaan.

Ia membantah menyerobot antrean karena berpindah ke kasir yang tidak ada antrean.

Baca juga: 3 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren: Santri di Wonogiri Tewas Dianiaya, Disebut karena Susah Mandi

Menurutnya, korban tak memberi pelayanan yang baik sehingga terjadi aksi kekerasan.

“Saya ditegur kenapa tidak antre, padahal tidak ada orang di antrean itu. Di situlah saya merasa tersinggung,” ucapnya, dikutip dari TribunTimur.com.

Amal mengakui kesalahannya sehingga kasus ini akan dilanjutkan ke proses pidana.

“Saya salah. Itu perbuatan spontan karena emosi,” katanya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved