Jumat, 1 Mei 2026

Viral Patung Macan Putih Kediri, Ini 3 Tugu Maskot Daerah Lain yang Tak Kalah Unik

Patung Macan Putih Kediri viral, dari ejekan jadi ikon wisata. Tiga tugu unik lain ikut jadi sorotan publik.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Kompas
MACAN - Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025). Wujud patung tersebut tengah jadi sorotan karena tidak mirip macan. 

Ringkasan Berita:
  • Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kediri, sempat menuai ejekan karena bentuknya dianggap tak mirip harimau. 
  • Namun kini patung karya Suwari viral di media sosial, menarik wisatawan, dan diputuskan untuk dilestarikan sebagai ikon desa. Fenomena ini sejalan dengan munculnya tugu maskot daerah lain yang tak kalah unik

TRIBUNNEWS.COM -  Patung Macan Putih di Kediri tengah menyita perhatian publik.

Bentuknya yang dianggap tidak menyerupai macan sempat menuai ejekan, namun justru viral di media sosial dan mendatangkan banyak pengunjung hingga menjadi objek wisata dadakan.

Fenomena ini tak berdiri sendiri.

Selain Patung Macan Putih, terdapat tiga tugu maskot daerah lain yang tak kalah unik dan kini ikut menjadi sorotan publik.

Baca juga: 7 Tugu Viral Jadi Maskot Daerah, Sorotan Macan Putih Kediri hingga Rajawali 20 Ton

TUGU BIAWAK - Penampakan tugu patung biawak bernama Tugu Krasak Menyawak yang berlokasi di jalur Wonosobo-Banjarnegara turut Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Senin (21/4/2025). Sosok Arianto, seniman pembuat patung biawak di Wonosobo, Jawa Tengah, yang viral di media sosial.
TUGU BIAWAK - Penampakan tugu patung biawak bernama Tugu Krasak Menyawak yang berlokasi di jalur Wonosobo-Banjarnegara turut Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Senin (21/4/2025). Sosok Arianto, seniman pembuat patung biawak di Wonosobo, Jawa Tengah, yang viral di media sosial. (Ttribunbanyumas.com/Imah Masitoh)

Tugu Biawak Wonosobo, Ikon Lokal dari Swadaya Warga

Tugu Krasak Menyawak atau Tugu Biawak di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, menjadi ikon baru yang ramai diperbincangkan publik.

Patung setinggi 7 meter dengan lebar 4 meter ini menampilkan sosok biawak hitam kekuningan merayap di atas bebatuan, merepresentasikan fauna endemik Sungai Serayu sekaligus mengingatkan pada sejarah pertempuran Agresi Militer Belanda I.

Mengutip Tribun Jateng, pembangunan tugu dipastikan tidak menggunakan APBD maupun dana desa.

Biaya berasal dari CSR BUMD Kabupaten Wonosobo serta swadaya masyarakat melalui gotong royong.

Kepala Desa Krasak Supinah dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran APBD, melainkan mendorong peran BUMD untuk mewujudkan aspirasi warga.

Bupati Afif mengapresiasi keberadaan tugu karena dinilai mampu mengangkat nama Wonosobo di tingkat nasional. Karya ini digarap Arianto, seniman asal Wonosobo lulusan ISI Surakarta yang sebelumnya dikenal sebagai pelukis.

Demi menghadirkan detail yang hidup, ia bahkan membeli dan mengamati biawak asli agar patung memiliki “ruh”.

Inisiatif pembangunan berasal dari pemuda Karang Taruna Desa Krasak, yang ingin menghadirkan simbol ekologis sekaligus historis bagi daerahnya.

Kolas Foto Patung Penyu di Sukabumi
Patung Penyu di Sukabumi

Patung Penyu Sukabumi  

Berada di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Sukabumi, patung ini sempat viral karena rusak.

Bagian dalam yang terlihat seperti kardus memicu dugaan penyimpangan anggaran.

Kontraktor menegaskan biaya ornamen hanya Rp30 juta dengan bahan resin dan fiberglass.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved