Berita Viral
Sosok Terduga Pelaku Penipuan di Banyumas, Ngaku Sultan Nusantara dan Dapat Berangkatkan Haji
Kasus dugaan penipuan berkedok ajaran keagamaan kembali mencuat di Banyumas, warga dijanjikan haji tanpa antre hingga kekayaan instan.
Ringkasan Berita:
- Seorang pria di Banyumas mengaku sebagai Sultan Nusantara Indonesia dan menawarkan janji keberangkatan haji tanpa antrean serta kekayaan instan.
- Korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah dan dipaksa mengikuti aturan menyimpang.
- Polisi tengah menyelidiki kasus ini, sementara MUI dan Kementerian Agama diminta segera mengkaji aktivitas kelompok tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan penipuan berkedok ajaran keagamaan kembali mencuat di Indonesia dengan pola yang sama yakni menjanjikan kekayaan instan.
Di Banyumas, Jawa Tengah, seorang pria berinisial W dilaporkan ke kepolisian setelah sejumlah warga mengaku menjadi korban penipuan dengan kerugian ratusan juta rupiah.
Modusnya, pelaku mengaku sebagai Sultan Nusantara Indonesia dan menawarkan janji keberangkatan haji tanpa antrean.
Terlapor merupakan warga Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, sedangkan korbannya warga Kecamatan Sokaraja.
Kuasa hukum korban, Djoko Susanto, menyatakan kliennya dijanjikan hal-hal yang tidak logis serta menyesatkan.
"Mulai dari kekayaan instan hingga keberangkatan haji dan umrah tanpa antrean. Padahal, antrean haji resmi bisa mencapai puluhan tahun. Ini jelas pembodohan," paparnya, Senin (27/4/2026), dikutip dari TribunJateng.com.
Selain kerugian materi, korban juga dipaksa mengikuti aturan yang tidak lazim, seperti larangan mengonsumsi makanan tertentu, tidak boleh berobat ke rumah sakit, hingga dilarang bekerja di sektor pemerintahan maupun perbankan.
"Ini bukan sekadar penipuan biasa, tapi sudah mengarah pada dugaan penodaan agama karena ajarannya keluar dari koridor syariat yang umum dianut."
"Kami mendesak MUI dan Kementerian Agama untuk segera mengkaji aktivitas kelompok ini," lanjutnya.
Baca juga: Sosok Ferizka Utami, Praktisi Totok Sirih asal Palembang, Viral Gara-gara Terapi Bayi hingga Nangis
Menurut Djoko, W memanfaatkan kondisi korban yang sedang sakit atau mengalami kesulitan hidup.
"Korban datang dalam kondisi lemah, kemudian dipengaruhi dengan janji-janji, hingga akhirnya menyerahkan seluruh uangnya," imbuhnya.
Jumlah korban diperkirakan akan bertambah setelah dilaporkan ke kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dengan terlapor W.
"Saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan," tandasnya.