Kondisi Terkini Bocah Korban Peluru Nyasar di Belawan, 3 Orang Diduga Terkait Ditangkap
Bocah 4 tahun di Belawan tertembak peluru nyasar saat tawuran, kini dirawat intensif di RS USU.
Ringkasan Berita:
- AA (4), bocah di Belawan, Medan, terkena peluru nyasar senapan angin saat tawuran, Senin (5/1/2026).
- Peluru bersarang di pelipis mata kanan dan nyaris menembus tempurung mata.
- Korban dirujuk ke RS USU untuk perawatan intensif oleh dokter spesialis mata.
TRIBUNNEWS.COM - AA (4) seorang bocah di Kelurahan Belawan, Sicanang, Medan Belawan, Sumatera Utara, menjadi korban peluru nyasar.
Insiden itu terjadi dalam aksi tawuran di Jalan Medan Belawan, Kota Medan, pada Senin (5/1/2026) malam.
Insiden itu mengakibatkan peluru bersarang di bagian pelipis mata kanannya dan hampir menembus tak dan kini harus mendapat perawatan intensif.
Baca juga: KRONOLOGI Balita Tertembak Peluru Nyasar di Belawan Medan saat Naik Bentor Bersama Ibunya
Kondisi Terkini Bocah 4 Tahun Korban Peluru Nyasar
AA dirawat di Rumah Sakit (RS) Universitas Sumatera Utara (USU).
Dia dirujuk dari RS Pirngadi Medan.
Hal ini, karena di RS USU tersedia dokter spesialis mata.
Kondisi AA sudah berangsur stabil meski peluru dari senapan angin masih bersarang di tempurung mata balita.
Hingga kini, pisak keluarga masih menunggu supaya AA dioperasi.
Kronologi Kejadian
Romanda Siregar, ibu korban, menceritakan detik-detik anaknya tertembak.
Pada Senin malam, sekira pukul 19:30 WIB, Romanda dan anaknya, Asmi Anggraini berangkat dari rumahnya menumpangi becak motor untuk menjemput suaminya yang bekerja sebagai nelayan.
Mereka berencana pergi ke acara tahun baruan sekaligus silaturahmi, ke rumah rekan suaminya.
Di perjalanan, tepatnya di depan kantor Pos Belawan, Jalan Medan - Belawan, laju becak motor terhenti karena ada sejumlah orang sedang tawuran.
Mereka pun terpaksa menunggu sampai tawuran mereda, karena khawatir menjadi sasaran.
"Awalnya kami mau keluar rumah pergi menjemput bapaknya menaiki becak motor, tahu-tahu ada perang. Jadi, kami menunggu la di simpang Canang,"kata Romanda, Selasa (6/1/2026).
Tak lama kemudian, tiba-tiba, Asmi Anggraini memegang mata sebelah kanannya sambil meringis kesakitan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Peluru-Nyasar.jpg)