Minggu, 12 April 2026

Super Flu Muncul di Daerah, Otoritas Kesehatan Tegaskan Bukan Wabah Baru

10 pasien di RSHS Bandung, Jawa Barat terindikasi terkena super flu atau influenza A (H3N2) subclade K. Seorang meninggal dunia karena komorbid

muhamad nandri prilatama/tribun jabar
GEDUNG MCHC RSHS - Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (MCHC) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang diresmikan Jokowi, Kamis (29/8/2024). 10 pasien di RSHS Bandung, Jawa Barat terindikasi terkena super flu atau influenza A (H3N2) subclade K. Seorang meninggal dunia karena komorbid 
Ringkasan Berita:
  • Influenza A (H3N2) subclade K atau "Super Flu" terdeteksi sudah sampai ke daerah, di Bandung, Jawa Barat.
  • Otoritas kesehatan sebut warga tak perlu khawatir karena ini seperti flu biasa.
  • Meski 1 orang meninggal dunia, namun meninggalnya korban karena adanya komorbid atau penyakit bawaan mulai dari stroke hingga gagal jantung

TRIBUNNEWS.COM - Kasus Influenza A (H3N2) subclade K terdeteksi di daerah.

Penyakit flu yang disebut masyarakat sebagai "super flu" ini, terdeteksi di 10 pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Satu pasien dilaporkan meninggal dunia dan dua pasien lainnya sempat mengalami kondisi yang berat.

Ketua Tim Pinere RSHS, Yovita Hartantri menuturkan, korban super flu ini meninggal karena disebabkan adanya penyakit penyerta seperti stroke, gagal jantung, dan infeksi gagal ginjal.

"Satu yang masuk ruang intensif harus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid lain seperti stroke, ada gagal jantung , terakhir karena ada infeksi kena gagal ginjal juga,"

"Jadi apakah itu langsung disebabkan karena virus, kita tak bisa menyatakan karena memang dia mempunyai komorbid yang banyak," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, Iwan Abdul Rachman mengatakan bahwa istilah "super flu" bukanlah terminologi resmi.

Istilah tersebut digunakan masyarakat untuk menggambarkan infeksi influenza yang dirasakan lebih berat, lebih lama, atau penyebarannya cepat.

Meski begitu, ia menuturkan bahwa tren infeksi ini telah menurun di semua daerah.

"Jadi kita tak perlu panik dengan situasi ini, saat ini trennya cenderung menurun di semua daerah," ujarnya, dikutip Kompas.com.

Pemkot Bandung Siapkan Ruang Isolasi

Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung mengatakan, pihaknya bersama Dinkes Kota Bandung telah menyiapkan ruang isolasi.

Baca juga: Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19

"Apabila memang ada yang terindikasi mengidap super flu di Kota Bandung, kita sudah siapkan di RSUD tempat isolasi yang sangat baik," ujar Farhan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).

Mengutip TribunJabar.id, Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam menuturkan, pihaknya telah mengambil sampel dari pasien dan dikirimkan ke Kemenkes.

"Kemudian sampel itu dikirim ke Kementerian Kesehatan di Kementerian Kesehatan diperiksa dengan alat yang canggih Kemudian di feedback-an. Untuk virus super flu ini belum ada feedback dari Kementerian Kesehatan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menteri Kesehatan: Jangan Panik, Flu Biasa

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau tetap waspada terkait dengan influenza A (H3N2) subclade K atau super flu ini.

Flu tipe ini sendiri sebelumnya meluas di Amerika Serikat seiring datangnya musim dingin.

Kemenkes RI sedikitnya telah mencatat 62 kasus hingga akhir Desember 2025.

Meski begitu, Menkes mengatakan bahwa masyarakat tak perlu panik, karena flu ini dinilai flu biasa.

Fuli tipe ini bukanlah virus mematikan, bahkan ia lebih khawatir masyarakat terkena penyakit menular seperti campak.

"Jadi ini sebetulnya virus H3N2, udah lama adanya udah puluhan tahun kita lihat ada," ujarnya, Rabu (7/1/2026).

"Nah kemudian dia keluar varian baru, istilahnya subclade K. Dia penularannya cepat tapi (tingkat) kematiannya sangat rendah," imbuhnya.

Ia menuturkan, kasus ini biasanya terjadi di musim dingin dan bisa diobati dengan pengobatan biasa.

“Di Indonesia kita sudah identifikasi yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan, enggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa," ucap Budi.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pemkot Bandung Siapkan Ruang Isolasi di RSUD Jika Ada Warga Terkena Super Flu

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto/Suci Bangun Dwi Setyaningsih)(TribunJabar.id, Hilman Kamaludin)(Kompas.com, Agie Permadi)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved