Berita Viral
Siswa Minta Guru yang Dikeroyok di Jambi Dipindah, Disebut Sering Menindas, Agus: Pikir Logika Saja
Agus Saputra, guru SMK di Jambi yang dikeroyok siswanya disebut sering menindas. Para siswa menginginkan Agus dipindahkan ke sekolah lain.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan aksi kekerasan yang melibatkan tenaga pendidik dan siswa di lingkungan sekolah.
Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman untuk proses belajar, pembentukan karakter, dan penanaman nilai moral justru berubah menjadi arena konflik fisik.
Maraknya aksi kekerasan di sekolah membuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Aturan itu diterbitkan sebagai upaya mencegah aksi kekerasan di lingkungan sekolah.
Selain itu juga sebagai langkah pemerintah menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Namun, berdekatan dengan aturan itu diterbitkan, aksi kekerasan terjadi di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi.
Seorang guru Bahasa Inggris bernama Agus Saputra dikeroyok oleh sisanya. Video pengeroyokan itu bahkan viral di media sosial.
Pengeroyokan itu terjadi setelah Agus menampar siswa yang meneriakinya dengan kata tak pantas.
Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMK tersebut telah menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan video.
Dalam permintaan maafnya itu, Ketua OSIS menyebut aksi pengeroyokan itu dilakukan lantaran sang guru kerap menindas.
Ia menyebut, para siswa hanya ingin guru tersebut dipindah ke sekolah lain.
Baca juga: Guru SMK yang Dikeroyok Siswa Terancam Dipindah, 12 Siswa Diminta Buat Surat Pernyataan
"Di sini saya sebagai Ketua OSIS di SMK 3 Tanjung Jabung Timur ingin menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat, dengan tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru."
"Hal tersebut terjadi karena oknum tersebut sering menindas kami di SMK Negeri 3 Tajung Jabung Timur. Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain, karena kami tidak nyaman beliau ada di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini," kata dia, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi,
Agus Saputra membantah tudingan tersebut.
Menurutnya, ia telah mengajar selama 15 tahun, sedangkan para siswa itu baru bertemu dengannya selama tiga tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Guru-SMK-di-Jambi-dikeroyok-usai-tampar-siswanya.jpg)