Rabu, 20 Mei 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Kesaksian Pendaki dan Temuan Serpihan Perkuat Dugaan Jatuhnya ATR 42-500 di Bulusaraung

Helikopter Lanud Sultan Hasanuddin menyisir Leang-Leang Maros. Serpihan jendela hingga ekor ATR 42-500 ditemukan di Bulusaraung.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Glery Lazuardi
Tribun-timur.com/INDONESIA-AIR.COM
PESAWAT HILANG KONTAK - Pesawat ATR milik maskapai Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2025), sekitar pukul 13.17 WITA. 

Ringkasan Berita:
  • Pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport terus diintensifkan di perbatasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
  • Helikopter Lanud Sultan Hasanuddin dikerahkan menyisir kawasan Leang-Leang hingga Gunung Bulusaraung
  • Tim SAR menemukan serpihan jendela, badan, dan ekor pesawat di lereng gunung, mempersempit area pencarian. 
  • Operasi melibatkan 476 personel gabungan dengan dukungan peralatan khusus untuk medan ekstrem.

TRIBUNNEWS.COM - Kesaksian dua pendaki yang mendengar ledakan dan melihat api di puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep, kian memperkuat dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada Sabtu (17/1/2026).

Temuan serpihan jendela, badan, hingga ekor pesawat oleh tim SAR gabungan membuat pencarian kini terfokus pada lereng Bulusaraung dengan medan ekstrem yang menantang.

Baca juga: 5 Populer Regional: Pesawat ATR Hilang Kontak - Anggota Brimob Jadi Tentara Bayaran Rusia

Helikopter Lanud Sultan Hasanuddin Dikerahkan 

Helikopter dari Lapangan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin dikerahkan menyisir kawasan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan,untuk mencari jejak pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak.

Operasi udara ini mulai mengerucutkan titik dugaan lokasi jatuhnya pesawat, setelah tim SAR menemukan serpihan jendela, badan, hingga ekor pesawat di lereng Gunung Bulusaraung, perbatasan Maros–Pangkep pada Sabtu (17/1/2026).

Leang-Leang di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan adalah sebuah kelurahan sekaligus kawasan arkeologi terkenal yang menyimpan gua prasejarah dengan lukisan tangan manusia purba, sekaligus menjadi destinasi wisata alam di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Kawasan ini juga dikenal sebagai lokasi pendakian dan penelitian.

Jarak dari Lanud Sultan Hasanuddin ke kawasan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, sekitar 10–12 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 20–30 menit menggunakan kendaraan darat.

Lokasi ini relatif dekat karena sama-sama berada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Fakta Pesawat ATR 42-500 Diduga Jatuh di Gunung Bulusaraung: Misi, Kronologi hingga Keterangan Saksi

Penjelasan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.

“Total ada 476 personel yang kami libatkan, terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur SAR lainnya,” ujar Andi Sultan.

Ia menjelaskan, upaya pencarian dari udara dilakukan dengan menggunakan helikopter milik Lanud Sultan Hasanuddin.

“Helikopter digunakan untuk melakukan penyisiran di titik-titik koordinat yang telah kami plotkan sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, tim SAR juga membawa sejumlah peralatan pendukung untuk menunjang operasi di medan ekstrem.

“Kami membawa peralatan evakuasi, termasuk peralatan elektrifikasi. Jika diperlukan, kami akan melakukan drop logistik,” katanya.

Untuk mendukung komunikasi di lokasi sulit dijangkau sinyal, tim SAR turut membawa perangkat komunikasi khusus.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved