Senin, 4 Mei 2026

Bukan Sekadar Pemanis Kota, Taman Pucangsawit Solo jadi Ruang Hijau Penggerak Budaya dan Guyub Warga

Taman Pucangsawit, ikon krusial Kampung KB di Solo yang kini jadi wadah guyub rukun warga dan penggerak budaya.

Tayang:
Tribunnews.com/Salma Fenty Irlanda
TAMAN PUCANGSAWIT SOLO - Esta Dewata (67) Ketua RT 3 RW 12 sekaligus penggerak lingkungan, Pucangsawit, Jebres, Solo berpose di depan tulisan Taman Pucangsawit. Taman yang berdiri sejak 2001 ini kini jadi tempat penggerak kebudayaan dan guyub warga. 

Ringkasan Berita:
  • Taman Pucangsawit, dari pemanis kota semata kini menjelma ruang hijau penggerak budaya dan guyub warga. 
  • Taman Pucangsawit menjadi ikon lingkungan di sekitarnya. 
  • Berbagai kegiatan warga dilakukan di Taman Pucangsawit selama turun-temurun. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Sore itu, Minggu (11/1/2026) udara sejuk dan teduhnya pepohonan menyambut kedatangan kami di Taman Pucangsawit, yang terletak di timur Kota Solo, Jawa Tengah.

Bau petrichor masih menyeruak segar menandakan hujan deras yang baru mulai reda sempat beradu dengan aspal, menyisakan rintik-rintik kecil di udara.

Langit mulai cerah, meski sebagian sisi lainnya masih kelabu saat seorang pria paruh baya menyapa kami.

Ialah Esta Dewata, Ketua RT 3 RW 12 sekaligus penggerak lingkungan di kawasan yang terletak di Kecamatan Jebres, Kota Solo itu.

Senyum hangatnya membawa kami menyusuri jalanan rumahnya yang kanan dan kirinya ditumbuhi pepohonan rindang.

Sudah lebih dari 30 tahun, Esta mengemban amanah sebagai Ketua RT 3 di sana.

Di sela jabatannya, Taman Pucangsawit dibangun pada tahun 2001.

Tujuan utamanya kala itu sederhana, hanya sebagai pemanis kota semata.

Berawal dari lahan tidak terurus yang akhirnya menjadi tempat tinggal warga tak berizin, tanah yang terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo itu dibangun kembali.

Diungkapkan Esta, warga di sekitar bantaran mau tak mau harus direlokasi waktu itu.

"Sebelumnya memang ada tempat tinggal warga, kemudian direlokasi setelah dibuat parapet," terang pria 67 tahun tersebut.

Baca juga: Langkah Pertamina usai Viral Penemuan Pertamax Bercampur Air di SPBU Pucangsawit Solo

Parapet sendiri merupakan dinding rendah atau penghalang (pagar) yang memanjang ke atas dari tepi sungai atau tanggul, biasanya berfungsi mencegah luapan air.

Selama 26 tahun ada, Taman Pucangsawit tak sekadar ruang hijau.

Ornamen kota itu menjadi tempat berkumpulnya warga dari segala lini usia. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved