Longsor di Bandung Barat
Update Korban Longsor Cisarua, Bandung Barat : Ada 113 Orang Terdampak, 80 Orang Dinyatakan Hilang
Kabasarnas Marsekal Madya M Syafii mengungkap ada 113 orang yang menjadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, 80 di antaranya masih hilang.
Menurut dia, suara gemuruh tiba-tiba memecah keheningan warga sekira pukul 03.00 WIB.
"30 menit setelahnya ada suara kayak jatuh, gebruk, itu kejadian kedua," ujar Eneng, Sabtu (24/1/2026).
Setelah suara itu terjadi, jeritan hingga teriakanan minta tolong pun terdengar.
Menurut dia, banyak warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Suara gemuruh terdengar hingga beberapa menit.
"Kejadian pertama itu ada puing-puing, tertahan dulu. Jadi pada masih bisa untuk menyelamatkan diri. Baru yang kedua, itu semua tidak ada yang bisa menyelamatkan diri," katanya.
Setelah kejadian tersebut, Eneng mengaku dirinya masih sangat takut untuk berdiam di dalam rumah.
Meski rumahnya tidak terdampak langsung, Eneng bersama warga lainnya memutuskan untuk mengungsi.
"Kata pihak desa harus mengungsi dulu, siaga 1. Katanya takut ada longsor susulanan. Soalnya ini dua Kampung Pasir Kuda sama Pasir Kuning. Saya ngungsi ke rumah saudara," ucapnya.
Baca juga: Bocah 2 Tahun Selamat Dari Longsor di Cisarua Bandung Barat, Ditemukan Tim SAR di Atas Genting Rumah
Penyebab Longsor Cisarua
Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengungkap hujan berintensitas tinggi menjadi faktor utama penyebab longsor di Cisarua, Bandung Barat.
"Bencana tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang," kata Hadi saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan singkat, Sabtu (24/1/2026).
Sementara itu Walhi Jawa Barat (Jabar) menilai bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat bukan dipicu cuaca ekstrem semata.
Tim Desk Disaster Walhi Jawa Barat, Abi menyebut longsor di Cisarua Bandung Barat merupakan akibat dari pembiaran kerusakan ekologis di Kawasan Bandung Utara.
Baca juga: Penyebab Longsor di Bandung Barat, Hujan Intensitas Tinggi Pemicunya, Suara Gemuruh Jadi Pertanda
Menurut Abi bencana tersebut menjadi bukti kebijakan pembangunan yang mengorbankan ruang terbuka hijau.
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua selama dua hari sering dijadikan alasan utama terjadinya longsor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/longsor-cisarua-bandung-barat-dini-hari-1.jpg)