Longsor di Bandung Barat
Update Korban Longsor Cisarua, Bandung Barat : Ada 113 Orang Terdampak, 80 Orang Dinyatakan Hilang
Kabasarnas Marsekal Madya M Syafii mengungkap ada 113 orang yang menjadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, 80 di antaranya masih hilang.
“Namun narasi tersebut adalah satu kesalahan berpikir yang sangat fatal, karena pada faktanya hujan hanyalah salah satu pemicu, sementara penyebab sesungguhnya adalah rusaknya daya dukung lingkungan akibat alih fungsi lahan dan penyusutan ruang terbuka hijau yang dibiarkan berlangsung secara sistematis,” kata Abi, Sabtu (24/1/2026).
Disamping itu, lereng-lereng perbukitan yang seharusnya menjadi kawasan lindung, kini dipenuhi bangunan, mematikan fungsi resapan air dan membuat tanah kehilangan kestabilannya.
Menurutnya bahwa longsor ini adalah salah satu potret telanjang kerusakan ekologis di Bandung Utara.
Baca juga: Penanganan Korban Longsor di Cisarua: 65 Personel Polda Jabar Dikerahkan, Operasi SAR Gunakan Drone
“Longsor Cisarua memperlihatkan kehancuran ruang terbuka hijau dan kawasan resapan air di Bandung Utara yang selama ini dibiarkan. Ketika fungsi ekologis dihancurkan, bencana bukan lagi kemungkinan, tetapi keniscayaan,” tegas Abi.
Kawasan Bandung Utara sejatinya merupakan wilayah lindung strategis yang berfungsi menjaga keseimbangan ekologis Bandung Raya.
Namun, fungsi tersebut telah dikorbankan demi kepentingan pembangunan yang eksploitatif.
“Negara gagal menjalankan mandat perlindungan lingkungan, sementara warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan dipaksa menanggung risiko yang tidak mereka ciptakan,” ucapnya.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Adi Suhendi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/longsor-cisarua-bandung-barat-dini-hari-1.jpg)