Prank Debt Collector Rugikan 3 Ambulans di Semarang, Order Antar Pasien malah Disuruh Tagih Utang
Tiga ambulans swasta di Semarang menjadi korban aksi dugaan teror penagihan pinjaman online (pinjol) dengan modus order fiktif.
Ringkasan Berita:
- Debt Collector kembali berulah, kali ini terjadi di Kota Semarang Jawa Tengah.
- Penagih utang diduga melakukan prank terhadap tiga ambulans.
- Tiga ambulans swasta di Semarang menjadi korban aksi dugaan teror penagihan pinjaman online dengan modus order fiktif.
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena debt collector di Indonesia terus menjadi perhatian.
Di berbagai daerah, praktik penagihan utang oleh oknum debt collector kerap memicu polemik, mulai dari tindakan intimidatif hingga dugaan pelanggaran hukum.
Di banyak kota besar hingga daerah, masyarakat kerap melaporkan pola penagihan yang agresif.
Seperti yang baru-baru ini terjadi di Semarang, Jawa Tengah.
Tiga ambulans swasta di Kota Semarang menjadi korban aksi dugaan teror penagihan pinjaman online (pinjol) dengan modus order fiktif.
Tiga unit ambulans itu dipanggil untuk menjemput pasien, namun sesampainya di lokasi, permintaan layanan itu ternyata palsu.
Sopir malah disuruh untuk menagih utang.
Order pengantaran pasien itu diterima admin melalui telepon dan aplikasi pesan WhatsApp.
Peristiwa itu terjadi di kawasan pemukiman Kecamatan Semarang Barat.
Akibat prank order fiktif itu, pihak ambulans mengalami kerugian bahan bakar dan tenaga.
Sebagai ambulans swasta, biaya operasional dikeluarkan terlebih dahulu, sedangkan pembayaran baru diterima setelah layanan selesai.
Baca juga: Polisi Tak Menampik Dua Pembakar Lapak Pedagang di Kalibata Jaksel Rekan dari Korban Debt Collector
“BBM pakai uang pribadi. Kondisi lagi sepi order, tapi tetap berangkat karena mikirnya ada pasien,” kata Admin Ambulans Antasena, Aldy (25) saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Biasanya, tarif layanan ambulans dalam kota berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu untuk pulang pergi, dan sekira Rp350 ribu untuk sekali jalan.
Kronologi Kejadian
Aldy (25) mengatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 13.00 WIB.
Mulanya, masuk orderan pengantaran pasien kontrol yang diterima atas nama Adi Prasetya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Order-fiktif-ambulans.jpg)