Minggu, 31 Mei 2026

Gempa di Pacitan

Detik-Detik Gempa M 6,4 Pacitan: Warga Terbangun dari Tidur, Lari, hingga Menabrak Bangunan

Gempa Pacitan M6,4 guncang dini hari, 15 warga Bantul luka, 13 bangunan rusak, BMKG ungkap mekanisme subduksi.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com/IST
DAMPAK GEMPA PACITAN - Sebuah rumah di Desa Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan rusak akibat gempa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, DIY, dan Jawa Tengah. Gempa Pacitan M6,4 guncang dini hari, 15 warga Bantul luka, 13 bangunan rusak, BMKG ungkap mekanisme subduksi. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi magnitudo 6,4 mengguncang laut Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. 
  • BMKG menyebut gempa akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Getaran dirasakan di 26 wilayah Jawa hingga Bali.
  • Di Bantul, DIY, 15 warga luka-luka dan 13 bangunan rusak, termasuk rumah, sekolah, masjid, dan kantor pemerintah.

TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi terjadi di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB. 

Guncangan terjadi ketika warga sedang tertidur lelap. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Titik koordinat gempa berada di 8,99° LS dan 111,18° BT.

Dalam pembaruan analisis, BMKG menyebut gempa ini tergolong gempa tektonik dengan parameter magnitudo M6,2 dan kedalaman hiposenter 58 kilometer.

Gempa Pacitan ini tergolong gempa tektonik dengan parameter update dengan magnitudo M6,2. Episenter gempabumi terletak di laut pada jarak 89 Km Tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 58 km.

Menurut BMKG, terdapat 26 wilayah di Pulau Jawa hingga Bali yang merasakan getaran gempa Pacitan dini hari.

Salah satu wilayah yang merasakan gempa yaitu Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Baca juga: Gempa M6,4 Pacitan Rusak Rumah Warga, 7 Orang Dilaporkan Luka-luka di Yogyakarta

Warga Terbangun dari Tidur, Lari, hingga Menabrak Bangunan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan sebanyak 15 orang mengalami luka-luka dan 13 bangunan rusak terdampak gempa.

Menurut dia, ada yang menjalani rawat inap dikarenakan patah tulang dan rawat jalan dikarenakan mengalami luka ringan.

Yang sempat menjalani perawatan tersebar di RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatma, RS Santa Elisabeth, hingga RS PKU Muhammadiyah Bantul.

"Jadi, yang luka-luka itu ada lari dan menabrak bangunan, ada yang tertimpa. Bermacam-macam. Dan salah satu korban yang di Kapanewon Piyungan itu, karena lagi tidur terus ada gempa jadi lari lalu menabrak bangunan dan kena pelipis. Semalam pingsan, tapi pagi ini terinformasi sudah sadar," katanya, saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, sampai saat ini, kata Mujahid belum ada informasi warga yang mengungsi dikarenakan dampak bencana gempa bumi.

Baca juga: 26 Wilayah Rasakan Guncangan Gempa Pacitan M 6,4 Jumat Dini Hari, Dari Bantul, Solo hingga Denpasar

Belasan Bangunan Rusak

Belasan bangunan di Bumi Projotamansari dilaporkan rusak akibat dampak kejadian gempa bumi tersebut.

"Untuk bangunan yang rusak, terdiri atas satu bangunan pemerintah, dua bangunan berupa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, satu bangunan BBTKLPP Yogyakarta; dua bangunan masjid; dan delapan rumah penduduk yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kapanewon Pleret, Kasihan, dan Jetis," paparnya. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved