Minggu, 31 Mei 2026

Kondisi TPA Putri Cempo Solo: Sampah Meluber Dekati Pemukiman, Warga sampai Mengungsi

Kondisi TPA Putri Cempo dalam keadaan darurat karena sudah melebihi batas atau overload. Sampah bahkan meluber mendekati pemukiman warga.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Kondisi TPA Putri Cempo dalam keadaan darurat karena sudah melebihi batas atau overload.
  • Sampah bahkan meluber mendekati pemukiman warga, hingga menimbulkan bau menyengat.
  • Warga yang tak kuat dengan bau tumpukan sampah TPA Putri Cempo memilih mengungsi.

TRIBUNNEWS.COM - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan komopenen penting dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

Hampir seluruh wilayah perkotaan dan sebagian besar daerah di Indonesia masih bergantung pada TPA sebagai solusi utama penanganan sampah.

Dalam perspektif nasional, kondisi TPA mencerminkan kesiapan negara dalam menghadapi peningkatan timbulan sampah akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Sementara itu, TPA Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, kondisinya sudah tak memadai.

Sampah sudah meluber hingga mendekati pemukiman warga.

Sejumlah warga bahkan mengungsi karena tak tahan dengan bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah.

Bau ini semakin terasa sejak sore hingga malam hari, membuat aktivitas warga terganggu dan kualitas udara di pemukiman menjadi buruk.

Ketua RW 39 Mojosongo, Andri Priyanto mengatakan, warga telah mengeluhkan bau tak sedap sejak sampah mulai meluber hingga mendekati pemukiman.

Menurutnya, masalah ini sudah dirasakan hampir dua bulan terakhir.

“Akhir-akhir ini untuk loading sampah sudah kehabisan lahan. Makanya kemarin sampai di sini. Padahal sini dekat perumahan warga. Imbasnya bau,” kata Andri, Senin (9/2/2026), dilansir TribunSolo.com.

Lokasi penampungan sementara berada di timur jembatan timbang, sangat dekat dengan rumah warga.

Baca juga: Darurat Sampah di Tangsel, Menteri Lingkungan Hidup Turun Tangan, TPA Cipeucang Ditutup 2026

Penempatan ini dilakukan karena alat berat yang tersedia belum memadai untuk memindahkan sampah ke penampungan utama.

“1,5 bulan yang mepet sini hampir 2 bulan. Tuntutan warga supaya bisa diupayakan loading sampah tidak di sini,” jelasnya.

Selain bau sampah, warga juga terdampak polusi akibat pembakaran briket.

Abu sisa pembakaran menambah buruk kualitas udara dan menempel di rumah-rumah sekitar.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved