Banjir Bandang di Sumatera
Wagub Aceh Minta Barcode BBM Subsidi Ditiadakan Sementara, Muzani: Akan Kita Perjuangkan
Ahmad Muzani mengaku berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghentikan sementara kebijakan kuota BBM bersubsidi di Provinsi Aceh.
Ringkasan Berita:
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghentikan sementara kebijakan kuota BBM bersubsidi di Aceh.
- Langkah ini merespons permintaan Wagub Aceh Fadhlullah agar sistem barcode pembelian BBM subsidi ditiadakan selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026, mengingat proses pemulihan pasca bencana masih berlangsung di sejumlah wilayah.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengaku berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghentikan sementara kebijakan kuota BBM bersubsidi di Provinsi Aceh.
Hal itu disampaikannya merespons permintaan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, meminta sistem barcode pembelian BBM subsidi di Aceh ditiadakan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2026, berkenaan dengan proses pemulihan di sejumlah wilayah yang masih berlangsung di Aceh.
Permintaan tersebut disampaikan saat kunjungan Pimpinan MPR RI dalam rangka Penyerahan Bantuan untuk Korban Bencana di 8 Kabupaten di Aceh, pada Selasa (10/2/2026).
“Dalam catatan dari Wakil Gubernur (Aceh), wakil gubernur menitipkan pesan kepada saya, pertama supaya jatah BBM di Provinsi Aceh ini di-loss, begitu pak? Jadi saya sudah berbisik kepada Pak Kepala Satgas, Pak Tito Mendagri, ini akan kita sama-sama perjuangkan supaya jatah kuota BBM di Aceh tidak lagi terbatas,” kata Muzani, di Kantor Gubernur Provinsi Aceh.
Menurut Muzani, hal tersebut penting agar proses pemulihan pasca bencana banjir dan longsor bisa dilakukan secara cepat.
“Ini penting karena supaya alat-alat berat yang beroperasi 24 jam ini tidak terhambat oleh jumlah BBM yang terbatas akibat barcode,” ujarnya.
“Nanti kami akan berbisik sama Pak Kepala Satgas untuk bisa bicara dengan Pertamina dan Menteri ESDM agar, jatah BBM di Aceh di-loss,” imbuhnya.
Sebelumnya pada pertemuan tersebut, Fadhlullah mengaku sudah berkomunikasi dengan Dirut Pertamina terkait hal tersebut.
"Yang terakhir selama masa transisi pemulihan, kebijakan yang kami harapkan karena ini menjelang bulan suci Ramadhan Pak, dan kemarin saya juga telah berkomunikasi dengan Dirut Pertamina agar peniadaan barcode selama menjelang bulan Ramadhan sampai hari raya Idul Fitri nanti Pak," ujarnya.
Fadhlullah mengungkapkan, sistem pembelian dengan barcode saat ini mengakibatkan antrean hingga mencapai 3-4 km.
"Karena barcode ini Pak, alat-alat berat kami masih bekerja ketika membeli di SPBU susah Pak. Begitu juga antrean Pak sampai 3-4 kilo di jalan. Seperti Bapak lihat di slide foto ini, ini antrean dikarenakan barcode Pak, solar dan pertalite. Ini antriannya Pak," ucapnya.
Dia berharap Aceh akan diberikan kekhususan sementara untuk peniadaan sistem pembelian BBM subsidi dengan skema barcode tersebut. Dia mengatakan Aceh masih dalam proses transisi pemulihan pasca bencana.
"Jadi harapan kami ini bisa diberikan kekhususan karena kita masih dalam masa transisi, sedangkan 4 kabupaten kami Pak masih dalam tanggap darurat yaitu Aceh Tamiang, kemudian Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, kemudian Aceh Tengah-Bener Meriah ini masih tanggap darurat Pak. Jadi harapan kami pertama adalah barcode," ujarnya.
Fadhlullah berharap, dengan penghentian sementara barcode BBM itu bisa mempercepat proses pemulihan.
“Harapan kami ini bisa diberikan kekhususan karena kita masih dalam masa transisi, sedangkan 4 kabupaten kami, pak, masih dalam tanggap darurat, yaitu Aceh Tamiang, kemudian Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, kemudian Aceh Tengah, Bener Meriah ini masih tanggap darurat,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/muzani-aceh-asw.jpg)