Berita Viral
Niat Lerai Tindak Kekerasan Seorang ASN, Operator SPBU Justru Ikut Jadi Korban Pemukulan
Cek stok BBM berujung bogem. Empat pegawai SPBU di Tuban melapor polisi usai dianiaya ASN yang emosi saat antre Pertamax.
Ringkasan Berita:
- Seorang ASN berinisial J dilaporkan ke polisi setelah diduga menganiaya empat pegawai SPBU di Kabupaten Tuban.
- Salah satu korban, Ali Nasroh (32), mengaku dipukul saat mencoba melerai cekcok ketika proses pengecekan stok BBM.
- Dua korban lain ikut dianiaya, salah satunya mengalami dugaan patah tulang hidung dan cedera pada kaki.
- Polisi menyebut pemicu insiden karena pelaku tak sabar mengantre BBM; kronologi diperkuat saksi dan rekaman CCTV, kasus ditangani Polres Tuban.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi setelah diduga menganiaya empat orang pegawai SPBU.
Salah satu korbannya bernama Ali Nasroh (32) yang mendapatkan pukulan dari ASN berinisial J tersebut.
Kepada TribunJatim.com, ia menceritakan detik-detik penganiayaan yang dialaminya.
Aksi penganiayaan tersebut menurut cerita Ali bermula ketika ia hendak melakukan pengecekan stok BBM.
Saat pengecekan, proses penjualan BBM harus dihentikan dua hingga tiga menit.
“Waktu itu saya sedang mengecek stok. Karena prosedur, penjualan memang kami hentikan sebentar,” ujarnya.
Setelah pengecekan, mesin dispenser BBM kembali beroperasi dan sudah bisa melayani pelanggan.
Salah satu operator melayani kendaraan roda dua karena lebih dulu mengantre.
Tak berapa lama, sebuah mobil hitam yang hendak mengisi Pertamax tiba-tiba memanggil-manggil operator.
“Operator sempat dipanggil-panggil oleh pengendara mobil itu. Ditanya apa saya kurang tahu,” imbuhnya.
Kemudian terjadi cekcok antara pengendara mobil dan operator berinisial VPF (23).
Baca juga: Detik-detik Penganiayaan 4 Pegawai SPBU di Tuban oleh ASN Kecamatan, Camat Beberkan Kronologi
Ali yang melihat langsung mendekat untuk melerai.
Namun, ia justru ikut dianiaya oleh pengendara mobil tersebut.
“Saat saya datang untuk menanyakan perkaranya, justru terjadi kemarahan dari pelaku dan saya ikut menjadi korban,” bebernya.
Bukan hanya Ali saja, dua rekan kerjanya juga ikut jadi korban.