Kamis, 21 Mei 2026

Padat Karya Tunai Gerakkan Kembali Aktivitas Ekonomi Pascabencana di Aceh

Program Padat Karya Tunai libatkan 20.394 warga Aceh untuk percepat pemulihan banjir dan longsor sekaligus menggerakkan ekonomi lokal

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/HO
PADAT KARYA TUNAI - Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai di Aceh yang melibatkan sekitar 20an Ribu warga setempat sekitar lokasi kegiatan pembersihan dan pemulihan wilayah daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh 

Ringkasan Berita:
  • Program Padat Karya Tunai digelar di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh dengan menyerap 20.394 tenaga kerja pada 2026 
  • Kegiatan di bawah Kementerian PU ini mencakup sektor Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya 
  • Selain mempercepat rehabilitasi infrastruktur seperti jalan, drainase, dan air bersih, skema upah harian ini juga membantu memulihkan pendapatan warga terdampak serta menggerakkan kembali aktivitas ekonomi daerah.

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH – Program Padat Karya Tunai (PKT) menjadi solusi percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh

Selain mempercepat pembersihan dan rehabilitasi lingkungan, program ini juga menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat.

Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah (Kasatgaswil) Aceh Safrizal Zakaria Ali menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKT yang melibatkan sekitar 20 ribu warga di sejumlah lokasi terdampak bencana.

“Melalui kegiatan Padat Karya Tunai yang dibayar per hari, warga terdampak banjir dan longsor mendapat penghasilan, sementara lingkungannya menjadi bersih. Ini solusi ganda: percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Safrizal dalam keterangan pers, Selasa (11/2/2026).

Ia menjelaskan, program PKT berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang mengatur aspek administrasi hingga teknis pelaksanaan.

Menurutnya, skema ini bukan hal baru di Aceh. Pasca-tsunami 2004, konsep serupa pernah diterapkan melalui program cash for work yang melibatkan korban untuk membersihkan lumpur dan puing-puing.

“Alhamdulillah kegiatan ini digelar di belasan wilayah terdampak. Kami mengajak masyarakat bekerja secara serius agar hasilnya benar-benar dirasakan,” katanya.

Baca juga: Wagub Aceh Minta Barcode BBM Subsidi Ditiadakan Sementara, Muzani: Akan Kita Perjuangkan

Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 PKT di Provinsi Aceh ditargetkan menyerap 20.394 tenaga kerja.

Rinciannya, sektor Sumber Daya Air sebanyak 18.345 orang, Bina Marga 451 orang, dan Cipta Karya 1.598 orang.

“Saat ini kegiatan yang sedang berjalan adalah pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di Aceh Tamiang,” ujar Wida, Senin (9/2/2026).

Pembukaan pendaftaran telah dimulai sejak 4 Februari 2026 untuk kegiatan PKT Penanganan Infrastruktur Cipta Karya Pascabencana Sumatera.

Lokasi pendaftaran tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.

Adapun persyaratan pendaftaran antara lain mengutamakan warga setempat, pria, sehat jasmani dan rohani, serta melampirkan KTP/KK atau surat keterangan domisili dari keuchik, reje, atau datuk.

Safrizal menambahkan, pihaknya mengapresiasi inisiatif Kementerian PU tersebut sebagai langkah konkret percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Program ini diarahkan untuk pembersihan dan fungsionalisasi jalan lingkungan, drainase, penanganan persampahan dan limbah, serta pekerjaan air bersih. Ini bentuk nyata upaya pemulihan pascabencana,” pungkasnya.

Cara Pendaftaran 
Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved