Warga Banyumas Menang Honda Brio Hadiah Jalan Sehat: Mobil Tak Kunjung Diterima, Ini Dalih Panitia
Yulia dijanjikan menerima hadiah itu enam bulan lalu. Muskinul Fuad, suami Yulia, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian penyerahan hadiah
Ringkasan Berita:
- Yulia Nurul belum menerima hadiah mobil Honda Brio setelah enam bulan menjadi pemenang jalan sehat HUT ke-80 RI di Banyumas.
- Pemda menyebut uang tiket diduga dibawa kabur oleh karyawan EO, sementara pihak EO mengaku hanya dipinjam namanya dan tidak menerima aliran dana.
- Panitia disebut meraup sekitar Rp420 juta dari penjualan tiket dan sewa tenda, tetapi laporan keuangannya tidak jelas.
TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO -Yulia Nurul, warga Kabupaten Cilacap yang berdomisili di Desa Sudagaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tak kunjung menerima mobil Honda Brio hadiah utama dalam acara jalan sehat HUT ke-80 RI yang digelar Pemkab Banyumas bersama event organizer di Menara Teratai Purwokerto.
Yulia dijanjikan menerima hadiah itu enam bulan lalu. Muskinul Fuad, suami Yulia, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian penyerahan hadiah dari panitia.
"Dari pihak EO kan menghubungi saya itu sekitar awal September. Nanti hadiah akan diserahkan di tanggal sekian, tapi setelah tiba tanggal tersebut, kenapa belum bisa dilakukan pengambilan," ucap Fuad saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).
Fuad menceritakan, saat acara jalan sehat ia membeli 100 lembar tiket undian seharga Rp2.500 per lembar.
Setelah diumumkan sebagai pemenang, ia juga telah melengkapi persyaratan yang diminta panitia, termasuk menyerahkan KTP untuk pendataan.
Ia mengancam akan menempuh jalur hukum apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.
Penjelasan Pemda
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas sekaligus Ketua Panitia HUT ke-80 RI, Agus Nur Hadie, menjelaskan bahwa kegiatan jalan sehat merupakan bagian dari rangkaian acara yang digelar pemkab bersama pihak event organizer.
"Dalam rangka HUT RI pemkab menggelar berbagai acara, ada perlombaan tenis, paduan suara dan sebagainya, termasuk ada jalan sehat," kata Agus.
Menurut Agus, masing-masing kegiatan memiliki penanggung jawab atau panitia. Untuk kegiatan jalan sehat, pemkab bekerja sama dengan EO.
Tiket jalan sehat dijual seharga Rp2.500 per lembar, dengan berbagai hadiah yang dijanjikan, termasuk hadiah utama mobil Honda Brio.
Agus menjelaskan, persoalan muncul karena uang hasil penjualan tiket diduga dibawa kabur oleh salah satu karyawan EO.
"Informasinya pada saat akan digunakan untuk membayar mobil, uangnya dibawa oleh salah satu pegawainya. Ini lagi dicari orangnya, EO-nya tetap bertanggungjawab," ujar Agus.
Penjelasan EO
Hampir enam bulan setelah pelaksanaan jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di Menara Teratai, Purwokerto, Jawa Tengah, hadiah utama berupa mobil Honda Brio belum juga diterima pemenang undian.
Kondisi tersebut memicu polemik dan menjadi perbincangan publik, setelah pemenang undian mengaku belum mendapatkan kepastian penyerahan hadiah sejak acara digelar Minggu (24/8/2025).
Pihak penyelenggara pun akhirnya angkat bicara.
Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, menjelaskan nama perusahaannya hanya dipinjam oleh seseorang untuk menggelar acara tersebut.
Baca juga: Lebih dari 3.100 WNI Terjerat Sindikat Penipuan di Kamboja, 1.213 Masih di Penampungan
"Awal dikenalkan kawan, (orang tersebut mengatakan) saya pinjam benderanya, nanti ada investor Rp150 juta.
Tapi selama perjalanan tidak ada apa-apa, bingung saya," ujar Najmudin kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (11/2/2026).
Najmudin mengaku, sebagai pemilik perusahaan, dirinya hanya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemkab Banyumas.
Sementara teknis penyelenggaraan dilakukan oleh orang tersebut.
"Sebagai pemilik perusahaan otomatis saya yang melakukan MoU.
Rekrutmen (crew) juga dari sana semua, saya cuma datang pas hari H," ujar Najmudin.
Namun dalam perjalanannya, Najmudin menyebut laporan keuangan yang disampaikan oleh pelaksana tidak jelas.
"Laporan keuangannya tidak jelas," imbuhnya.
Ia mengaku sudah mencium gelagat mencurigakan sejak acara berjalan.
"Ketika perjalanan sudah mulai meragukan, saya minta buat surat pernyataan (bahwa penganggungjawab acara adalah pelaksana), tapi tidak mau tandatangan," tambah Najmudin.
Najmudin juga menegaskan, tidak ada aliran uang penyelenggaraan jalan sehat yang masuk ke rekening perusahaan maupun rekening pribadinya.
"Semua transaksi tidak ada yang masuk ke rekening perusahaan dan pribadi saya," kata Najmudin.
Ia juga mengaku tidak mengetahui teknis kerja sama antara panitia dengan pihak dealer Honda.
"Lobi dengan (dealer) Honda juga saya tidak dilibatkan," ujar Najmudin.
Penjelasan EO
Direktur Boss Event Organizer, Najmudin mengaku nama perusahaannya hanya dipinjam oleh seseorang menggelar acara tersebut.
"Awal dikenalkan kawan, (orang tersebut mengatakan) saya pinjam benderanya, nanti ada investor Rp150 juta.
Tapi selama perjalanan tidak ada apa-apa, bingung saya," ujar Najmudin kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Datangkan Member BTS Gagal Terwujud, Penipuan Festival K-Pop Nyaris Rp 10 Miliar Masuk Ranah Hukum
Najmudin mengaku, sebagai pemilik perusahaan, dirinya hanya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemkab Banyumas.
Sementara teknis penyelenggaraan dilakukan oleh orang tersebut.
"Sebagai pemilik perusahaan otomatis saya yang melakukan MoU.
Rekrutmen (crew) juga dari sana semua, saya cuma datang pas hari H," ujar Najmudin.
Namun dalam perjalanannya, Najmudin menyebut laporan keuangan yang disampaikan oleh pelaksana tidak jelas.
"Laporan keuangannya tidak jelas," imbuhnya.
Ia mengaku sudah mencium gelagat mencurigakan sejak acara berjalan.
"Ketika perjalanan sudah mulai meragukan, saya minta buat surat pernyataan (bahwa penganggungjawab acara adalah pelaksana), tapi tidak mau tandatangan," tambah Najmudin.
Najmudin juga menegaskan, tidak ada aliran uang penyelenggaraan jalan sehat yang masuk ke rekening perusahaan maupun rekening pribadinya.
"Semua transaksi tidak ada yang masuk ke rekening perusahaan dan pribadi saya," kata Najmudin.
Ia juga mengaku tidak mengetahui teknis kerja sama antara panitia dengan pihak dealer Honda.
"Lobi dengan (dealer) Honda juga saya tidak dilibatkan," ujar Najmudin.
Panitia Raup Ratusan Juta
Panitia disebut meraup pemasukan hingga sekitar Rp 420 juta. Najmudin, mengungkapkan tiket acara yang digelar pada 24 Agustus 2025 itu terjual sebanyak 180.000 lembar dengan harga Rp 2.500 per tiket.
"180.000 tiket dikalikan Rp 2.000 saja, yang Rp 500 katakan untuk fee penjualan, totalnya sudah Rp 380 juta," kata Najmudin saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).
Selain dari penjualan tiket, panitia juga memperoleh pemasukan dari sewa tenda bagi pedagang UMKM di lokasi acara di Menara Teratai Purwokerto.
"Sewa tenda UMKM Rp 1 juta, waktu itu mungkin ada sekitar 50 tenda, Rp 40 juta ya dapet," ujar Najmudin.
Dengan perhitungan tersebut, total pemasukan panitia diperkirakan mencapai sekitar Rp 420 juta. Namun, Najmudin menyebut pelaksana yang meminjam bendera perusahaannya tidak dapat mempertanggungjawabkan laporan keuangan. "Laporan keuangannya tidak jelas," ujar Najmudin.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Kasus Hadiah Mobil Undian Jalan Sehat Banyumas, Bos EO Klaim Hanya Teken MoU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/JALAN-SEHAT-Yulia-Nurul.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.