Kelompok Bersenjata di Papua
Kapten Egon Erawan, Pilot Smart Cakrawala Aviation, Gugur Ditembak OTK Saat Mendarat di Koroway
Aksi penembakan orang tak dikenal (OTK) terhadap pesawat Smart Cakrawala Aviation, telah menewaskan sang kapten, Egon Erawan.
Ringkasan Berita:
- Aksi penembakan terhadap pesawat Smart Cakrawala Aviation di Bandara Koroway Batu, Papua Selatan, menewaskan Kapten Egon Erawan.
- Saat itu ia membawa 13 penumpang, termasuk seorang bayi, dari Tanah Merah. Begitu pesawat mendarat, tembakan dari arah hutan membuat situasi kacau.
- Egon sempat mengirim pesan darurat lewat GPS, namun akhirnya ia dan kopilot Kapten Baskoro ditemukan meninggal akibat luka tembak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi penembakan orang tak dikenal (OTK) terhadap pesawat Smart Cakrawala Aviation, telah menewaskan sang kapten, Egon Erawan.
Kapten Egon kala itu tengah membawa 13 penumpang, termasuk seorang bayi dari Tanah Merah pukul 10.35 WIT dan mendarat sekitar pukul 11.05 WIT Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma.
Saat roda pesawat baru saja menyentuh landasan, serangan tembakan dari arah hutan menyebabkan situasi kacau dan memaksa semua orang di dalam pesawat berusaha menyelamatkan diri.
Beberapa saat setelah penembakan, Kapten Egon sempat mengirimkan pesan darurat lewat perangkat GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan tentang insiden yang dialaminya.
Namun, dalam proses pelarian tersebut, Egon dan kopilotnya, Kapten Baskoro, ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak.
Seluruh penumpang lainnya, termasuk bayi, dilaporkan berhasil selamat setelah berlari ke area hutan di sekitar bandara.
Sosok Kapten Egon
Kapten Egon merupakan lulusan dari Civil Flying School, di Melbourne Australia.
Dari postingan terakhir, Kapten Egon sempat membagikan beberapa potret pernebangan di sejumlah wilayah di Papua.
Selain itu, Kapten Egon juga diduga menyukai kendaraan bernuasan klasik terlihat dari sejumlah postingan memperlihatkan mobil tua dan motor tua,.
Dalam rekam jejaknya sebagai pilot pesawat perintis, Kapten Egon bertugas mengoperasikan penerbangan yang menjadi jantung logistik dan mobilitas masyarakat pedalaman Papua, di mana layanan udara sipil sering kali menjadi satu-satunya akses transportasi yang tersedia.
Insiden penembakan tersebut tidak hanya mengakhiri kariernya secara tragis, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga dan komunitas penerbangan, serta menyoroti tantangan keamanan terhadap penerbangan sipil di wilayah konflik.
Dieksekusi di runway
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan pihak bandara, pilot dan kopilot diduga ditangkap kelompok bersenjata lalu dibawa ke sekitar runway dan dibunuh di sana.
Saat ini, kata Wisnu, fokus utama Polres Boven Digoel bersama aparat TNI adalah mengevakuasi jenazah serta mensterilkan lokasi kejadian guna mencegah gangguan keamanan lanjutan.
“Jenazah sudah dipindahkan ke aula bandara. Kami juga melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi karena akses menuju TKP cukup sulit dan berada di tengah hutan,” tambahnya.
Guna memperkuat pengamanan, aparat gabungan dari Satgas Rajawali TNI dan Satgas Damai Cartenz Polri turut dikerahkan ke wilayah tersebut. Sore hari, personel Satgas Damai Cartenz telah tiba di Tanah Merah dan bersiap menuju lokasi kejadian.
Polres Boven Digoel memastikan proses evakuasi penumpang dan pengamanan wilayah tetap menjadi prioritas agar situasi di Boven Digoel tetap kondusif pasca insiden tersebut.
Bandara Koroway Batu
Bandara Koroway Batu (Danowage) berada di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, wilayah yang tergolong terpencil dan didominasi hutan lebat.
Infrastruktur di kawasan ini sangat terbatas sehingga transportasi udara menjadi tulang punggung mobilitas orang, logistik, hingga distribusi bahan pokok.
Bandara tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai lapangan terbang perintis dengan fasilitas minimal, melayani pesawat kecil yang menghubungkan kampung-kampung pedalaman dengan pusat kabupaten seperti Tanah Merah.
Dalam konteks keamanan, lokasi bandara yang berada di tengah hutan dan jauh dari pusat pengamanan permanen membuatnya memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Akses darat yang sulit serta minimnya pengawasan teknologi seperti radar atau sistem pemantauan modern menjadikan pengamanan sangat bergantung pada kehadiran aparat di lapangan.
Situasi ini membuat bandara perintis seperti Koroway Batu rentan terhadap gangguan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah pedalaman Papua.
Dalam beberapa kasus di Papua, pola serangan terhadap penerbangan sipil kerap terjadi saat pesawat berada dalam fase kritis, yakni saat lepas landas atau mendarat.
Bukan kali pertama
Ada sejumlah insiden pesawat menjadi sasaran penembakan di wilayah Papua (termasuk Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan sejumlah daerah lainnya).
Insiden ini sering dikaitkan dengan konflik bersenjata di pedalaman Papua, terutama oleh kelompok bersenjata (sering disebut KKB atau kelompok kriminal bersenjata).
- Smart Air di Koroway Batu (11 Februari 2026) – Sebuah pesawat perintis Smart Air PK-SNR ditembak oleh orang tak dikenal (diduga KKB) sesaat setelah mendarat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel. Insiden ini menewaskan dua pilot sementara 12 penumpang dan satu balita selamat.
- Penembakan pesawat Wings Air di Dekai (Februari 2024) – Pesawat Wings Air ATR-72-600 dengan rute ke Bandara Nop Goliat Dekai ditembaki saat akan mendarat. Sebuah peluru menembus badan pesawat dan serpihan mengenai salah satu penumpang, meskipun tidak sampai fatal.
- Smart Aviation ditembak di Pogapa Airport (18 Juli 2023) – Pesawat maskapai Smart Aviation diserang saat mendarat di Pogapa Airport, Intan Jaya, oleh kelompok bersenjata — menjadi salah satu dari serangkaian pesawat yang pernah menjadi target di Papua.
- Beoga Airport (Februari 2024) – Pesawat kecil diserang dengan tembakan saat mendarat di Lapangan Terbang Beoga oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan di daerah pegunungan Papua.
- Kasus lain gangguan bersenjata pada penerbangan sipil (2023) – Kelompok bersenjata KKB selama tahun 2023 dilaporkan telah beberapa kali menargetkan pesawat perintis dan penerbangan sipil di wilayah Highland dan Central Papua, termasuk pesawat yang ditembaki saat mendekati landasan.
Sumber: Tribun Papua Tengah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/egon-erawan-sfg.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.