Rabu, 29 April 2026

Profil dan Sosok

Profil Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Resmi Gabung Gerindra karena Sosok Prabowo

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir tinggalkan PPP, resmi bergabung Gerindra karena faktor Prabowo jelang Pemilu 2029.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com/Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
DONY AHMAD MUNIR - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir pindah partai dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke Partai Gerindra. 
Ringkasan Berita:
  • Nama Dony Ahmad Munir jadi sorotan usai meninggalkan PPP dan bergabung Gerindra menjelang Pemilu 2029. 
  • Bupati Sumedang itu menyebut faktor kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai alasan utama. 
  • Kepindahan ini ditandai penyerahan KTA Gerindra oleh Sekjen Sugiono di Alun-alun Sumedang, disaksikan ribuan warga

TRIBUNNEWS.COM - Nama Dony Ahmad Munir tengah menjadi sorotan publik setelah keputusan politiknya meninggalkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan bergabung dengan Partai Gerindra menjelang Pemilu 2029.

Bupati Sumedang itu mengungkapkan bahwa perpindahan tersebut tidak lepas dari faktor kepemimpinan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang disebut menjadi salah satu alasan utama di balik langkah politiknya.

Momentum kepindahan ini ditandai secara resmi melalui penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra yang diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Sugiono, di hadapan masyarakat di kawasan Alun-alun Sumedang, pada Jumat malam (13/02/2026).

Peristiwa ini menjadi catatan penting dalam dinamika politik Sumedang menjelang kontestasi nasional mendatang.

Profil Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir

Nama Dony Ahmad Munir kembali menjadi perhatian publik setelah memutuskan pindah dari PPP ke Partai Gerindra menjelang Pemilu 2029.

Kepindahan ini menambah sorotan terhadap sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai kader penting PPP di Jawa Barat.

Dony Ahmad Munir lahir di Sumedang pada 5 Desember 1973. Ia merupakan tokoh politik yang memiliki rekam jejak panjang di legislatif hingga eksekutif.

Karier Politik dari DPRD hingga DPR RI

Perjalanan politik Dony dimulai sejak usia muda. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumedang, lalu melanjutkan kiprahnya ke DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga akhirnya duduk sebagai anggota DPR RI.

Ia tercatat aktif di parlemen sejak 1997 hingga 2018, menjadikannya salah satu figur PPP yang cukup berpengaruh di daerah pemilihan Jawa Barat IX (Sumedang, Subang, Majalengka).

Pada Pemilu 2014, Dony terpilih sebagai anggota DPR RI dan ditempatkan di Komisi X serta Badan Anggaran DPR.

Menang Pilkada dan Menjadi Bupati Sumedang

Pada Pilkada Sumedang 2018, Dony maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Erwan Setiawan. Pasangan ini memenangkan pemilihan dengan perolehan suara sekitar 42,81 persen.

Keduanya kemudian dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumedang pada 20 September 2018 di Bandung oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil.

Dony menjabat sebagai Bupati Sumedang periode 2018–2023, dengan sejumlah program yang menonjol terutama dalam tata kelola pemerintahan desa.

Dony Ahmad Munir kembali menjabat sebagai Bupati Sumedang untuk periode 2025-2030, dilantik bersama wakilnya Fajar Aldila oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Februari 2025.

Ia mengusung tagline "Lanjutkan Sumedang Lebih Maju!" untuk memimpin pemerintahan selama lima tahun ke depan, setelah memenangkan pilkada dengan fokus pada inovasi digital dan pelayanan publik. 

Raih Gelar Doktor Akuntansi dari Unpad

Selain berkiprah di politik, Dony juga menempuh jalur akademik. Pada 28 Februari 2020, ia resmi meraih gelar doktor bidang ilmu akuntansi dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

Disertasinya membahas tata kelola dana desa dan sistem pengendalian internal pemerintahan desa di Kabupaten Sumedang.

Latar Belakang Keluarga Ulama dan NU

Dony dikenal berasal dari keluarga religius dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Sumedang.

Ia merupakan cucu dari ulama kharismatik K.H. Mama Satibi (K.H. Muhammad Syatibi). Ayahnya, K.H. Moch. Subki Ma’mun, juga dikenal sebagai tokoh NU, sementara ibunya Hj. Ikah Musmikah pernah memimpin Muslimat NU Sumedang.

Aktif di Organisasi dan Raih Penghargaan

Di luar politik, Dony juga aktif dalam organisasi kepemudaan dan olahraga. Ia pernah memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama serta terlibat dalam kepengurusan olahraga sepeda (ISSI).

Ia juga pernah menerima penghargaan sebagai tokoh uswatun hasanah dari BKPRMI Jawa Barat dan dianugerahi Honorary Police pada 2008.

Pindah ke Gerindra Menjelang Pemilu 2029

Pada Februari 2026, Dony resmi bergabung dengan Partai Gerindra. Momentum ini ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) oleh Sekjen DPP Gerindra, Sugiono, di Alun-alun Sumedang.

Penyerahan KTA 

Momentum bersejarah ini ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) langsung oleh Sekjen DPP Partai Gerindra, Sugiono, di depan Alun-alun Sumedang, Jumat malam (13/02/2026).

Suasana penyerahan KTA berlangsung semarak namun khidmat, diiringi pagelaran budaya yang memukau ribuan warga yang memadati lokasi. 

Tak main-main, prosesi "pinangan" ini disaksikan langsung oleh deretan tokoh kelas berat, mulai dari politisi senior Dedi Mulyadi, Maruarar Sirait, hingga Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa.

Dalam orasinya, Sugiono menegaskan bahwa bergabungnya Dony bukan sekadar urusan administratif, melainkan karena adanya kesamaan DNA perjuangan.

"Kami berbesar hati menerima Bapak Bupati Sumedang. Pak Dony telah membuktikan komitmennya dalam menjaga alam, budaya, dan rakyat yang dipimpinnya. Di Gerindra, kami tidak mencari politisi, tapi pejuang yang terjun ke kancah politik untuk membela kaum yang lemah dan tertindas," tegas Sugiono di hadapan massa.

Sugiono meyakini, langkah politik Dony ini akan menjadi akselerator bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Sumedang ke depannya.

Prabowo Jadi Magnet Utama

Dony Ahmad Munir pun buka suara mengenai alasannya menanggalkan jaket partai lamanya dan memilih berseragam Garuda. 

Sosok Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, menjadi magnet utama di balik keputusannya.

"Saya melihat Bapak Prabowo sebagai pemimpin yang visioner, tegas, dan memiliki kesungguhan hati dalam membangun negara. Ini adalah ikhtiar saya untuk memperluas ruang pengabdian bagi warga Sumedang melalui kolaborasi yang lebih optimal," ungkap Dony.

Selain faktor kepemimpinan nasional, Dony menilai komitmen Gerindra terhadap ekonomi kerakyatan dan nasionalisme sangat sejalan dengan visi yang ia jalankan selama memimpin Sumedang.

Berita Terkait

Baca juga: Tinggalkan PPP, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Resmi Pindah ke Gerindra, KTA Diserahkan Sugiono

Baca juga: Profil Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Pindah dari PPP ke Gerindra, Ini Tujuannya

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved