Kecelakaan Maut di Tol Cipali
Kecelakaan di Tol Cipali Terjadi Lagi, Bus 65 Penumpang Tabrak Truk, 28 Orang Terluka
Laka lantas terjadi di KM 78A, wilayah Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat pada Senin (16/2/2026) dini hari, sopir bus meninggal dunia.
Hal tersebut, dikonfirmasi oleh Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Enggar Jati Nugroho Senin (16/2/2026).
"Bus menabrak truk di depannya, kemudian terpental dan membentur pembatas jalan. Sopir bus meninggal dunia di tempat."
"Truk yang terlibat sementara melarikan diri dan masih dalam pengejaran kami," katanya, dilansir TribunJabar.id.
Dari total penumpang, sebanyak 28 orang mengalami luka ringan hingga sedang. Mereka lantas dilarikan ke RS Abdul Radjak Purwakarta karena
Pihak kepolisian memastikan para penumpang yang sudah stabil akan segera dipulangkan ke Banten dengan penjemputan dari pihak keluarga.
Sementara itu, jenazah sopir bus berada di kamar jenazah menunggu penjemputan pihak keluarga.
Kecelakaan Beruntun Lainnya di Tol Cipali Setahun Terakhir
1. Kecelakaan di Tol Cipali Tewaskan Tiga Orang, Awal Februari 2026
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cipali KM 93A jalur A, tepatnya wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026) dini hari.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan tiga korban meninggal dan dua orang luka berat.
Kanit PJR Tol Cipali, Ipda Dikdik Haryadi, menjelaskan peristiwa yang terjadi di Cipali melibatkan empat kendaraan, yakni Suzuki APV, Toyota Hilux, dan Daihatsu Sirion.
Sementara satu kendaraan lain belum diketahui karena sudah meninggalkan lokasi kejadian.
"Pada hari Rabu (4/2) sekitar pukul 04.00 WIB telah terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 93A Tol Cipali yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia di TKP," kata Ipda Dikdik di RS Abdul Radjak Purwakarta, Rabu (4/2/2026), dilansir Tribunjabar.id.
Kecelakaan bermula saat kendaraan Suzuki APV bernomor polisi E 1299 VT yang dikemudikan Ahim Suganda (42), melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Setibanya di lokasi, kendaraan diduga kurang antisipasi akibat pengemudi mengantuk.
Hal itu membuat pengemudi menabrak kendaraan di depannya yang belum teridentifikasi dan diduga melarikan diri.
"Untuk dugaan sementara, pengemudi APV mengantuk," ucapnya.