Tak Hanya Berbisnis, Pratama Rotan Jadi Ruang Belajar Kerajinan Rotan
Pratama Rotan, UMKM kerajinan rotan di Trangsan menerima siswa SMK untuk PKL dan mahasiswa magang yang ingin belajar UMKM tersebut.
Ringkasan Berita:
- Pratama Rotan di Desa Trangsan rutin menerima siswa SMK dan mahasiswa magang yang ingin belajar tentang UMKM kerajinan rotan.
- Pungky Pratama berharap kolaborasi ini dapat melestarikan kerajinan rotan dan menjadi alternatif karier bagi generasi muda.
- Kini, Pratama Rotan memiliki 19 karyawan dan ingin terus berkembang agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM - Di dinding showroom Pratama Rotan, terdapat beberapa kenang-kenangan dari mahasiswa maupun siswa SMK peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang pernah belajar di UMKM tersebut.
UMKM yang terletak di Jl. Manau No.35, RT.001/RW.007, Kramat, Trangsan, Kec. Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu beberapa kali menerima mahasiswa magang maupun siswa SMK jurusan Kriya Kayu dan Rotan yang ingin PKL.
Pemiliknya, Pungky Pratama yang meneruskan usaha ayahnya sejak 2018, mengatakan setidaknya tiga bulan sekali ada siswa SMK yang PKL di Pratama Rotan.
Di antaranya, Pratama Rotan berkolaborasi dengan SMK Juwanggi Boyolali, SMK Kriya Sahid Sukoharjo, hingga SMK di Blitar untuk program PKL.
"Kita banyak kolaborasi dengan SMK sama universitas," kata Pungky kepada Tribunnews, Jumat (13/2/2026).
"Biar furnitur juga masuk ke (pembelajaran) sekolah sama biar (kerajinan rotan) ga punah karena pekerjanya banyak yang sudah tua," ujar pria berusia 35 tahun itu.
Ketika menerima siswa PKL, Pungky sempat mengobrol dengan mereka mengenai harapan masa depan mereka.
Kebanyakan dari mereka ingin bekerja di luar negeri, misalnya menjadi Tenaga Kerja di Jepang.
Pengusaha rotan tersebut berharap ilmu kerajinan rotan yang mereka pelajari dapat bermanfaat dan menjadi alternatif karier di masa depan, jika mereka memutuskan ke luar negeri dan kembali ke Indonesia.
Melihat menurunnya minat anak muda terhadap industri kerajinan, Pungky berharap kolaborasi yang dilakukan Pratama Rotan dapat melestarikan kerajinan rotan Indonesia.
Ia berpesan kepada generasi muda agar tidak menunda untuk memulai usaha.
"Kalau mau melakukan ya harus dilakukan langsung, ga perlu nunggu sempurna. Misalnya, mau jualan sepatu, kalau bisanya beli dua ya dua itu dulu di jual online," katanya.
"Biasanya itu lebih berdampak daripada nunggu sempurna," tambahnya.
"Intinya dilakukan, tiru, atau dimodifikasi. Ada bahan, langsung dilakukan," jelasnya.
Ia mengaku sempat hampir menyerah saat perang Rusia-Ukraina, yang membuat penjualan Pratama Rotan sempat lesu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/produk-rotan-PRATAMA-ROTAN-TRANGSAN-34534.jpg)