Tak Hanya Berbisnis, Pratama Rotan Jadi Ruang Belajar Kerajinan Rotan
Pratama Rotan, UMKM kerajinan rotan di Trangsan menerima siswa SMK untuk PKL dan mahasiswa magang yang ingin belajar UMKM tersebut.
"Kalau kemarin saya putus asa ya mungkin pas (dimulainya) perang Rusia-Ukraina itu saya milih 'Udahlah ga usah dilanjutin', tapi saya milih tetep ngelanjutin," katanya.
"Prinsip saya itu kalau keringat masih keluar, yakin rezeki pasti datang," katanya.
Baca juga: Pratama Rotan Trangsan Tembus Pasar Dunia, Berawal dari Pengrajin Rotan Rumahan
Bermanfaat Bagi Masyarakat
Pungky berharap Pratama Rotan dapat memberi manfaat yang lebih luas di masyarakat.
"Mungkin sekarang baru bermanfaat untuk 19 orang (karyawan), mungkin tahun depan 50, tahun 100, pengennya kayak gitu dengan sistem yang sudah terbangun," harapnya.
Satu prinsip yang ia pegang selama berbisnis, yaitu selalu beradaptasi dengan berbagai keadaan pasar.
"Adaptasinya itu harus bener-bener cepat," katanya.
Pernah ia meminta karyawannya untuk mengirim e-mail berisi penawaran produk kepada pasar lokal di Indonesia, ketika pasar luar negeri sedang sepi.
"Industri kaya gini pasti naik turun, (tantangan) yang paling berat (perubahan) kondisi di luar yang tidak bisa kita kendalikan. Kita hanya berusaha adaptasi secepatnya aja," jelasnya.
Namun, ia tak memungkiri bahwa ada banyak faktor yang juga menentukan keberhasilan suatu usaha, di antaranya faktor modal dan etos kerja.
"Saya dulu waktu kerja di pabrik, kerja sama orang Prancis. Dia (kerjanya) bener-bener tertata," katanya.
Ia berupaya menerapkan perubahan pola kerja yang lebih disiplin di Pratama Rotan, misalnya menerapkan kewajiban untuk absen.
Tidak mudah untuk mengubah kebiasaan yang telah dilakukan puluhan tahun bagi para pekerja yang bekerja sejak Pratama Rotan dibangun oleh pak Budi Lestari, ayah dari Pungky Pratama.
Pungky berharap Pratama Rotan dapat menjadi perusahaan profesional yang dapat memproduksi furnitur dengan proses yang menyambung dari satu bagian ke bagian lainnya.
"Kayak di perusahaan saya bekerja dulu. Jadi, masuk barang mentah, ada alurnya, lalu keluar itu barang jadi," katanya.
"Di kawasan industri yang sudah besar itu kan seperti itu," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/produk-rotan-PRATAMA-ROTAN-TRANGSAN-34534.jpg)