Rabu, 29 April 2026

Hasil Autopsi Kematian Bocah Jampangkulon: Luka Bakar hingga ke Bibir dan Hidung, Paru-paru Bengkak

Hasil lengkap kematian bocah 12 tahun di Jampangkulon Sukabumi yang diduga dianaiaya ibu tiri, banyak luka bakar, paru-paru bengkak.

Tayang: | Diperbarui:
freepik
BOCAH MENINGGAL DI SUKABUMI - ilustrasi garis polisi. Hasil lengkap autopsi kematian bocah 12 tahun di Jampangkulon Sukabumi yang diduga dianaiaya ibu tiri, banyak luka bakar, paru-paru bengkak. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus meninggalnya NS (12), bocah laki-laki asal Jampangkulon, Sukabumi, masih dalam penyelidikan.
  • Hasil autopsi ditemukan luka bakar di lengan, kaki hingga bibir dan hidung. Bahkan paru-parunya juga bengkak.
  • Viral di media sosial korban diduga dianiaya oleh ibu tirinya.

 

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Viral di Sukabumi kasus meninggalnya NS (12), bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian, di media sosial ramai soal dugaan penganiayaan oleh sang ibu tiri terhadap korban hingga memicu perhatian publik.

Hasil autopsi mengungkap adanya luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban. 

Meski demikian, tim forensik belum dapat memastikan penyebab pasti kematian dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan.

 

Hasil Autopsi Lengkap: Luka Bakar di Lengan, Kaki hingga Area Bibir dan Hidung

Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Sukabumi, Kombes dr. Carles Siagian, menjelaskan pihaknya menerima jenazah dari Polres Sukabumi pada Kamis malam setelah laporan diterima.

“Kami dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Sukabumi dan hari Jumat ini kami menerima jenazahnya. Tadi pukul 09.00, dokter forensik melakukan autopsi pada jenazah tersebut,” ujarnya, Jumat (20/2/26).

Baca juga: Kematian Tragis Bocah Laki-laki 12 Tahun di Jampangkulon Sukabumi, Tubuh Penuh Luka Bakar

Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, ditemukan luka bakar di sejumlah anggota gerak korban.

“Hasilnya, ditemukan korban anak-anak, usia 12 tahun, dengan luka bakar di anggota gerak, seperti lengan, kaki kanan, dan kiri. Kemudian ada beberapa luka juga di punggung, serta luka bakar di area bibir dan hidung,” jelasnya.

Namun demikian, dokter forensik belum dapat menyimpulkan apakah luka-luka tersebut akibat tindak penganiayaan atau bukan.

“Apakah ini akibat penganiayaan atau bukan. Penyebab kematian juga belum bisa disimpulkan karena luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan organ dalam dan mengambil sampel untuk uji laboratorium lanjutan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dalam, membuka organ-organ, dan mengambil sampel laboratorium untuk dikirim ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasilnya untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organnya,” ujarnya.

Terkait luka bakar di lengan, kaki, serta paha kanan dan kiri, pihak forensik belum dapat memastikan apakah hal tersebut akibat kekerasan.

“Kami tidak bisa menyimpulkan apakah itu kekerasan atau tidak, tapi sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar,” tuturnya.

 

Autopsi 3 Jam, Paru-paru Membengkak

Proses autopsi berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam. Sejumlah organ vital seperti jantung dan paru-paru turut diperiksa.

“Paru-parunya ditemukan sedikit membengkak, tapi belum tahu apakah itu karena penyakit bawaan atau bukan,” ungkapnya.

Carles juga menegaskan tidak ditemukan tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban.

“Kekerasan tumpul tidak ditemukan. Ada luka lama di area bibir atas dan dekat hidung yang sudah menjadi luka permanen, tapi tidak bisa dipastikan apakah sebelumnya akibat benda tumpul yang tidak sembuh,” terangnya.

Baca juga: Usai NTT, Kasus Bocah SD Akhiri Hidup Terjadi di Demak Jateng

 

Kasus Jadi Perhatian Polri

Ia menyebut kasus ini menjadi perhatian serius karena korban masih berusia anak-anak. 

Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik.

“Ini menjadi perhatian kami karena korbannya adalah anak-anak. Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman dari Polres untuk pengumuman lebih lanjut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Paru-paru Membengkak dan Luka Bakar, Tim Forensik Dalami Penyebab Kematian Bocah di Sukabumi

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved