Mengenal Kampung Biha di Nabire, Lokasi Pos Jaga PT Kristalin yang Diserang, 2 Orang Tewas Terbakar
Kampung Biha menjadi sorotan karena insiden keamanan yang menimpa perusahaan tambang emas PT Kristalin Ekalestari (KEL).
Pascaserangan, aparat mengevakuasi puluhan karyawan dan warga dari Kampung Biha ke Kota Nabire karena khawatir serangan susulan.
Dampak Bagi Kampung Biha
Rasa aman masyarakat terganggu, banyak warga memilih mengungsi sementara.
Aktivitas ekonomi terhenti, terutama bagi pekerja tambang dan pendulang emas.
Kampung Biha kini menjadi titik rawan konflik, sehingga perhatian pemerintah dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk pemulihan stabilitas.
Kampung Biha adalah kampung kecil di Distrik Makimi yang memiliki peran penting karena dekat dengan lokasi tambang emas PT KEL.
Namun, insiden penyerangan baru-baru ini membuat kampung ini identik dengan isu keamanan dan konflik bersenjata.
Pos Penjagaan yang Diserang Bukan Bagian dari Inti Tambang
Head Legal PT Kristalin Ekalestari, Teguh Arif menyesalkan insiden penyerangan tersebut.
Teguh menyatakan titik penyerangan tersebut berada jauh dari area aktif operasional pertambangan.
Pos penjagaan yang diserang berfungsi sebagai pendukung keamanan wilayah, tapi bukan merupakan bagian dari inti tambang.
"Kami menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di luar wilayah operasional perusahaan," ujar Teguh Arif saat memberikan keterangan pers di Nabire, Minggu (22/2/2026).
Teguh mengaku akibat kejadian tersebut sejumlah fasilitas keamanan rusak.
Dua orang yang berada di dalam pos itu tewas terbakar.
Menurutnya saat serangan terjadi, kondisi pos jaga dalam keadaan sepi.
Manajemen perusahaan menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang terdampak dalam insiden tersebut.
Pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan, identitas dan status korban kepada otoritas keamanan yang berwenang.