Kelompok Bersenjata di Papua
Lagi Prajurit TNI Gugur, Jasad Serda Hardiman Terbakar saat Pos Jaga PT Kristalin Diserang KKB
Serda Hardiman, anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih meninggal dunia akibat penyerangan KKB saat dia tengah melaksanakan tugas monitoring.
"Kami menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di luar wilayah operasional perusahaan," ujar Teguh Arif saat memberikan keterangan pers di Nabire, Minggu (22/2/2026).
Teguh mengaku akibat kejadian tersebut sejumlah fasilitas keamanan rusak.
Dua orang yang berada di dalam pos itu tewas terluka bakar.
Menurutnya saat serangan terjadi, kondisi pos jaga dalam keadaan sepi.
Manajemen perusahaan menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang terdampak dalam insiden tersebut.
Pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan, identitas dan status korban kepada otoritas keamanan yang berwenang.
"PT Kristalin Ekalestari turut berbelasungkawa atas adanya korban jiwa dalam insiden ini," ucap Teguh.
Praka Satria Gugur Ditembak
Serda Hardiman bukan satu-satunya prajurit TNI yang tewas akibat aksi brutal KKB di awal tahun 2026 ini.
Pada Kamis (8/1/2026) sebulan lalu, Praka Satria Taopan gugur saat terjadi kontak senjata antara Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/PS dengan KKB di Kampung Tetmid, Papua.
Praka Satria Taopan tertembak dan gugur di tempat.
Jenazahnya kemudian dievakuasi dan akan dipulangkan ke Kupang untuk dimakamkan.
Pihak keluarga di Kupang mengungkapkan proses evakuasi jenazah almarhum Praka Satria Taopan dari Kampung Yumogaru, Provinsi Papua pegunungan, berlangsung penuh tantangan.
Menurut Dominggus Taopan, ayah almarhum Satria, cuaca buruk dan ancaman kelompok bersenjata membuat evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
"Temannya satu angkatan di Papua sempat telepon saya dan bilang, ‘Bapak banyak berdoa, cuaca tidak aman dan masih ada KKB di lokasi," tutur Dominggus.
Jenazah almarhum harus digotong sejauh sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian menuju pos terdekat.