Selasa, 28 April 2026

Cerita Driver Anjem UNS, Kerja Fleksibel untuk Cari Uang Jajan Tambahan

Cerita Yoga Afda Rizki bekerja sebagai driver Anjem yang saat ini sedang nge-tren di kalangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Muhamad Deni Setiawan
ANJEM UNS - Driver Anjem UNS sesaat sebelum menjemput pelanggan dari asrama mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (27/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bisnis antar jemput (anjem) dan jasa titip (jastip) tengah menjadi tren di kalangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.
  • Salah satu driver menceritakan pengalamannya sebagai driver Anjem UNS.
  • Dalam sehari bekerja sebagai driver Anjem, driver bisa memperoleh uang sebesar Rp200 ribu.

TRIBUNNEWS.COM - Keheningan di salah satu lorong lantai lima asrama mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, pecah saat Gathot (23), begitu Ia disapa, bersiap untuk menjalani hari di bulan puasa Ramadan 2026.

Pada pukul 10.20 WIB, Gathot selesai mandi. Ia lantas memakai jaket denim, menyemprotkan parfum ke badan, serta membawa gawai dan charger untuk mulai bekerja sebagai driver Anjem UNS.

Setelah turun ke lantai dasar asrama, pria yang sebentar lagi wisuda itu tampak mempersiapkan motornya di parkiran sambil mengecek pesanan Anjem di ponselnya.

Ia berkomunikasi dengan pelanggan dan memastikan titik penjemputan melalui sebuah grup WhatsApp (WA).

"Ini sudah ku-react pesannya, dan tinggal kuhubungi untuk melanjutkan pesanan," ujar Gathot kepada Tribunnews.com, Jumat (27/2/2026).

Setelah itu, dirinya berpamitan dan segera memacu motornya supaya pelanggan tidak menunggu lama.

Hampir Setahun Menjadi Driver

Gathot belum lama ini menuntaskan kuliahnya di program studi (prodi) Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), UNS.

Namun, pekerjaan sebagai driver Anjem sudah dijalani oleh Gathot kurang lebih sejak Mei 2025 silam.

Ia mengetahui bisnis layanan transportasi ini melalui salah satu temannya yang sudah lebih dahulu bergabung sebagai driver Anjem.

"Aku join (gabung) itu gara-gara, satu, enggak ada kerjaan. Dua, itu semester delapan yang mana sudah deadline skripsi, enggak ada apa-apa, jadi butuh pendapatan lebih untuk jajan dan main," ungkapnya.

Ketika awal-awal bergabung dengan Anjem, Gathot ditugaskan sebagai driver jasa titip (jastip).

Baca juga: Bos Maxim Lepas Jas, Turun Jadi Ojol untuk Cek Kondisi Lapangan

Menurut penuturannya, driver yang baru saja bergabung dengan Anjem akan ditugaskan untuk mengantarkan barang, makanan, atau obat-obatan.

Jika sudah dianggap aktif, selanjutnya driver akan ditugaskan untuk melakukan antar jemput pelanggan atau mahasiswa.

"Untuk driver baru biasanya akan ditempatkan sebagai driver jastip, untuk antar barang, antar makanan. Itu sekitar 2-3 bulan, tergantung keaktifan," ucapnya.

Gathot bercerita bahwa dahulu dirinya sangat rajin bekerja karena praktis tidak memiliki banyak kesibukan di luar kewajibannya mengerjakan skripsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved