Dari Kandang ke Program MBG: Kebangkitan Susu Boyolali Menggerakkan Ekonomi Daerah
Serapan susu naik lewat MBG, Boyolali kian kokoh jadi tulang punggung Jateng dan ekonomi peternak pun bergerak.
Sriyono menjelaskan, proses dimulai dari peternak yang mengumpulkan susu di titik-titik penampungan.
Petugas koperasi kemudian berkeliling mengambil susu tersebut untuk dibawa ke unit pendingin (cooling unit).
“Setelah diambil dari peternak, susu dibawa ke cooling unit untuk didinginkan. Dalam sehari kemampuan kami menampung sekitar 17 ribu liter.
Susu didinginkan di suhu 2 derajat Celsius. Kalau sudah terkumpul 16 ton, baru kami kirim ke industri,” jelasnya.
Proses pendinginan ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan susu sebelum diolah lebih lanjut oleh industri, termasuk untuk kebutuhan MBG.
Tantangan Kualitas dan SDM
Meski permintaan meningkat, tantangan utama tetap pada kualitas nutrisi susu. Menurut Sriyono, kualitas sangat ditentukan oleh manajemen peternakan dan pakan ternak.
“Kami perlu meningkatkan SDM peternak bagaimana mengelola peternakannya dengan benar, supaya memberikan pakan yang bagus pada sapinya. Nutrisi susu erat kaitannya dengan pakan yang dikonsumsi sapi,” ujarnya.
Untuk itu, KUD Mojosongo tidak hanya membeli susu, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan.
Peternak didorong memperbaiki kualitas pakan, menggunakan mesin perah, serta menerapkan sistem penyediaan air minum otomatis dan menjaga kebersihan kandang.
“Kami tidak sekadar menjalankan bisnis atau membeli susu mereka, tapi membangun ekosistem antara peternak, koperasi, dan industri supaya ada keberlanjutan,” kata Sriyono.
Boyolali, Tulang Punggung Produksi Jateng
Secara regional, peran Boyolali sangat dominan. Dari total produksi susu Jawa Tengah sekitar 170 ton per hari, sekitar 130 ton berasal dari Boyolali.
Hal ini menjadikan daerah tersebut sebagai tulang punggung pasokan susu di provinsi itu.
Peningkatan permintaan akibat MBG berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sriyono-Permintaan-Susu-Industri-Meningkat-Sejak-MBG.jpg)