Dari Kandang ke Program MBG: Kebangkitan Susu Boyolali Menggerakkan Ekonomi Daerah
Serapan susu naik lewat MBG, Boyolali kian kokoh jadi tulang punggung Jateng dan ekonomi peternak pun bergerak.
Peternak kini memiliki kepastian pasar, sementara koperasi meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan.
Distribusi dan Pengemasan
Tantangan distribusi tetap menjadi perhatian utama, terutama dalam memastikan susu yang dikirim ke berbagai wilayah tetap aman dan bergizi.
Tanpa sistem distribusi dan pengemasan yang memadai, risiko penurunan mutu akan meningkat.
Teknologi pengemasan aseptik menjadi salah satu solusi karena memungkinkan susu didistribusikan tanpa ketergantungan penuh pada rantai dingin, sekaligus menjaga keamanan dan kualitas nutrisi.
Sejak 2024, kapasitas produksi kemasan aseptik dalam negeri mulai berjalan, memperkuat efisiensi rantai pasok dan mendukung kemandirian industri nasional.
Menjelang Ramadan, isu ini semakin relevan. Saat sahur, susu menjadi pilihan sumber nutrisi untuk membantu menjaga energi sepanjang hari.
Ketersediaan produk yang aman dan berkualitas menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat gizi dapat dirasakan secara optimal.
Dalam konteks tersebut, Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong penguatan ekosistem pangan lokal.
Di Boyolali, peningkatan serapan susu menunjukkan bagaimana kebijakan nasional dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi peternak dan ketahanan pangan daerah.(Tribunnews/Alfin Wahyu Yulianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sriyono-Permintaan-Susu-Industri-Meningkat-Sejak-MBG.jpg)