Minggu, 12 April 2026

Kisah Eri dan 20 Liter Harapan: Saat Program MBG Mengubah Nasib Peternak Lokal Boyolali

Dari krisis susu ke kepastian pasar, 20 liter per hari kini jadi harapan baru Eri setelah MBG berjalan.

Tribunnews.com/Alfin Wahyu Yulianto
Eri Setiawan (60) membawa jeriken berisi susu segar saat menyetorkan hasil perahannya di pos pengumpulan susu Dusun Logerit, Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (23/2/2026) siang. Peternak lokal mengaku kini lebih tenang karena penyerapan susu oleh industri meningkat seiring kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sejak MBG berjalan, permintaan dari industri meningkat, sehingga serapan produksi lebih terjamin.

Pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Mojosongo, Sriyono, mengakui sebelum MBG berjalan sempat terjadi pembatasan serapan susu lokal oleh industri.

“Sekarang penyerapan memang bagus, jadi tidak ada kendala bagi peternak memasarkan susu. Industri juga banyak yang mengolah susu UHT dari bahan baku lokal,” ujar Sriyono di Kantor KUD Susu Mojosongo, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Senin (23/2/2026) siang.

Ia menjelaskan, setiap hari koperasi menampung sekitar 17 ribu liter susu dari ratusan hingga ribuan peternak di Boyolali.

Susu dikumpulkan di titik setoran, lalu dibawa ke cooling unit untuk didinginkan pada suhu 2 derajat Celsius.

Setelah terkumpul sekitar 16 ton, susu dikirim ke industri pengolahan.

“Biasanya kami kirim 30 ton, sekarang bisa diminta sampai 40 ton untuk kebutuhan MBG,” katanya.

Selain menjaga distribusi, koperasi juga melakukan pendampingan kepada peternak, mulai dari perbaikan kualitas pakan, manajemen kandang, hingga penggunaan mesin perah.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga kualitas nutrisi susu agar sesuai standar industri.

Boyolali sendiri menyumbang sekitar 130 ton susu per hari dari total 170 ton produksi Jawa Tengah.

Di balik angka besar itu, ada kisah-kisah kecil seperti Eri, peternak yang menggantungkan harapan pada 20 liter susu setiap hari.

Dari krisis hingga asa baru, perjalanan Eri mencerminkan bagaimana kebijakan nasional dapat berdampak langsung pada dapur peternak lokal.(Tribunnews.com)
 
 
 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved