Rumah Riyoso Eks Pj. Sekda Pati Digeledah KPK, Diduga Terkait Kasus Sudewo
Rumah milik Riyoso, mantan Penjabat (Pj.) Sekda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Rumah milik Riyoso, mantan Penjabat (Pj.) Sekda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat siang, (27/2/2026).
Rumah ini beralamat di Desa Ngarus, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dan turut menjadi kantor notaris istri Riyoso.
Menurut pengamatan Tribun Jateng, terlihat ada beberapa mobil Toyota Innova hitam berpelat H yang terparkir di pekarangan rumah pada pukul 14.15 WIB.
Di depan rumah, tampak ada empat personel Brimob yang berjaga. Dua di antaranya membawa senjata laras panjang. Salah satu mobil penyidik KPK meninggalkan lokasi pada pukul 14.20 WIB.
Riyoso sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati.
Penggeledahan oleh KPK ini diduga berkaitan dengan kasus korupsi yang menjerat Sudewo, Bupati Pati nonaktif. Sebelumnya, Riyoso pernah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK di Mapolrestabes Semarang.
Sosok Riyoso
Berdasarkan penelusuran Tribunnews, Riyoso pernah menjabat sejumlah posisi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pati.
Sebelum menjadi Plt. Sekda, dia menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Jabatan tersebut ia emban dari 2021 hingga 2025.
Bupati Pati Sudewo melantik Riyoso sebagai Plt. Sekda Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (2/7/2025).
Riyoso juga rangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.
Baca juga: Sudewo Bupati Pati hingga Riyoso Plt Sekda Disoraki Warga saat Kirab Boyongan Hari Jadi Pati
Dia sendiri memiliki dua gelar akademis, yakni Sarjana Sosial (S.Sos.) dan Magister Manajemen (M.M).
Harta kekayaan Riyoso mencapai Rp4.560.967.387. Angka itu dia laporkan pada 31 Desember 2024 saat masih menjadi Kepala DPMPTSP Pati.
Pernah viral
Nama Riyoso bukan pertama kali ini menjadi bahan perbincangan publik.
Ia pernah viral setelah rekaman video call dengan wanita tanpa busana tersebar pada April 2025 lalu.
Riyoso dalam video klarifikasinya mengakui bahwa sosok pria dalam rekaman adalah dirinya. Meskipun demikian, dirinya menegaskan tidak kenal dengan sosok wanita tersebut.
Wanita yang mengaku bernama Dewi pertama kali yang menghubungi Riyoso lewat pesan WhatsApp. Dewi tiba-tiba melakukan video call dan secara spontan diangkat oleh Riyoso.
"Saat kejadian itu saya di toilet untuk buang air besar (BAB). Kebiasaan saya kalau BAB selalu bawa HP."
"Kejadiannya orang itu ngebel (telepon) saya, reflesk saya angkat ternyata video call, dia sudah telanjang."
"Saya tersentak kaget melihat adegan itu, tapi hanya sekejap langsung saya matikan,” kata Riyoso, dikutip dari Tribun Jateng.
Riyoso dalam klarifikasinya berani bersumpah tidak pernah mengenal Dewi. Ia mengaku berulang kali Dewi mengirim pesan kepada dirinya.
Baca juga: Riyoso Plt Sekda Pati Punya Harta Rp4,5 M, Viral usai Bersitegang dengan Warga Penolak Kenaikan PBB
Dewi disebut juga memancing Riyoso agar berbuat tak senonoh dengan melakukan video call.
“Demi Allah, saya bersumpah, Wallahi, saya tidak pernah bertemu apalagi janjian."
"Dia selalu mengirimi WA untuk menghubungi saya, dengan segala cara agar saya khilaf dan terpancing, Pelaku WA saya mengajak terus menerus," urai Riyoso.
Pernah berdebat dengan pendemo
Riyoso pernah berdebat dengan pendemo Kantor Bupati Pati pada Selasa, (5/8/2025).
Aksi demo ini buntut respons dari Pemerintah Kabupaten Pati yang melakukan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Alasan kenaikan tersebut karena selama 14 tahun sejak 2011 tak ada penyesuaian PBB-P2.
Kebijakan menaikkan tarif PBB-P2 pada akhirnya menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat.
Sejumlah warga kemudian bergotong royong menyiapkan aksi demo besar-besaran yang akan digelar pada 13 Agustus 2025 mendatang. Mereka diketahui sudah sejak awal bulan mulai mendirikan pusat komando (posko) depan Kantor Bupati Pati.
Warga lain yang bersimpati dengan aksi ini tergerak memberikan donasi berupa air mineral yang disusun depan posko.
Pada Selasa, (5/8/2025), terjadi ketegangan antara Plt Sekda Pati Riyoso dengan peserta aksi.
Riyoso memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menyita air mineral. Hasil donasi itu diangkut ke kantor Satpol PP sementara waktu. Riyoso pun tertangkap kamera berdebat dengan sejumlah peserta aksi karena kejadian ini.
Pada intinya, Riyoso meminta para pendemo pindah karena kawasan Kantor Bupati akan digunakan untuk rangkaian acara perayaan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati dan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Peserta aksi yang tidak terima kemudian beradu argumen dengan Plt Sekda Pati itu hingga videonya viral di media sosial.
(Tribunnews/Febri/Endra/Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal))
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rumah-milik-Riyoso-mantan-Penjabat-Pj-Sekda-Kabupaten-Pati.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.