Berita Viral
Kondisi Terkini Mahasiswi UIN Riau Korban Pembacokan, Dapat Pendampingan Psikolog
Tim Trauma Healing Polda Riau dampingi mahasiswi korban pembacokan di RS, fokus pulihkan trauma dan bangun kembali rasa aman korban.
Ringkasan Berita:
- Tim Trauma Healing Polda Riau dampingi mahasiswi UIN Suska korban pembacokan di RSUD Arifin Achmad.
- Korban menjalani pemulihan usai operasi akibat luka bacokan di bagian tangan.
- Pendekatan PTSD digunakan untuk atasi trauma, kecemasan, dan ketakutan pascakejadian.
- Keluarga diberi edukasi agar mendukung pemulihan hingga korban bisa kembali beraktivitas bertahap.
TRIBUNNEWS.COM - Mahasiswi bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) dibacok oleh Raihan (21) saat hendak sidang skripsi di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Kamis (26/2/2026) pagi.
Kasus ini menambah daftar kekerasan berbasis relasi personal yang terjadi di ruang publik, termasuk kampus yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mahasiswa.
Terkait hal tersebut, kasus ini menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap perempuan.
Komnas Perempuan pada tahun 2025 mencatat ada 4.472 kasus kekerasan terhadap perempuan.
Korban pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan usai dibacok oleh tersangka menggunakan kapak.
Aparat kepolisian pun bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan dan pemulihan kondisi psikologis korban.
Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Riau, AKBP Winarko yang tergabung dalam tim Trauma Healing memberikan pendampingan psikologis kepada korban.
Tak hanya berfokus pada korban saja, pendampingan juga melibatkan keluarga sebagai pendukung utama proses pemulihan.
Mengutip TribunPekanbaru.com, tim juga memberikan edukasi kepada keluarga supaya bisa mendukung pemulihan psikologi korban.
Proses pemulihan ini berlangsung di RSUD Arifin Achmad.
Tim menggunakan pendekatan post traumatic stress disorder (PTSD) untuk mengidentifikasi dan menangani gejala trauma pascakejadian.
Baca juga: Sosok Farradhilla, Mahasiswi UIN yang Selamat setelah Dibacok saat Sidang Skripsi, Ternyata Pesilat
"Pendekatan PTSD kami gunakan untuk mengurangi kecemasan, ketakutan, serta bayangan kejadian yang berulang. Kami juga membantu membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri korban," ujarnya.
Menurutnya, dukungan keluarga jadi bagian penting dalam proses pemulihan.
"Kami memberikan edukasi kepada keluarga agar memahami dampak psikologis yang mungkin muncul dan mengetahui langkah yang tepat dalam mendampingi korban selama masa pemulihan," katanya.
Sosok Korban
Farradhilla ternyata merupakan seorang pendekar silat yang tergabung dalam organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).