Ledakan Petasan di Ponorogo Getarkan Kaca Rumah Warga yang Jaraknya 3 Kilometer dari TKP
Ledakan di Ponorogo tewaskan 1 siswa SMP. Suara ledakan terdengar hingga 3 kilometer dari lokasi, kaca jendela warga ikut bergetar
"Saat di sini dua-duanya masih hidup. Yang Reva (korban meninggal) dipeluk ibunya,"
"Yang satunya, Toni, saya bawa ke Rumah Sakit Bantarangin pakai sepeda motor saya," urainya.
Dari kejadian ini, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Anggota Satreskrim Polres Ponorogo pun melakukan penyelidikan terkait kasus ledakan ini.
AKP Imam Mujali, Kasat Reskrim Polres Ponorogo mengatakan, ledakan terjadi diduga saat petasan sedang diracik.
"Saat ini berdasarkan olah TKP, masih kita dalami. Dugaannya meracik bahan mercon," ujarnya kepada TribunJatim.com.
Meski begitu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dengan penyebab ledakan.
"Karena yang bisa memberikan kesimpulan, apakah itu benar-benar mesiu atau bahan untuk petasan," lanjutnya.
3 Orang Jadi Korban
Mengutip TribunJatim.com, dilaporkan satu pelajar SMP meninggal dunia di lokasi.
Sementara dua lainnya dilarikan ke RSUD Bantarangin, Kabupaten Ponorogo.
"Ledakannya dahsyat. Saya dengar langsung ke sini," ungkap salah satu saksi mata, Siswanto.
Baca juga: Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Pelajar SMP, 2 Korban Lainnya Luka-luka
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengonfirmasi hal tersebut.
Awalnya, ada dua korban yang dilaporkan, terbaru ini korban ledakan petasan bertambah satu orang jadi tiga orang.
"Iya, bukan 2 korban melainkan ada 3 korban. 1 meninggal dunia dan 2 mengalami luka," ungkap AKP Imam Mujali, dikutip dari TribunJatim.com.
Ia menuturkan, korban yang meninggal dunia merupakan anak dari pemilik rumah.