Ibas Ajak Pedagang dan UMKM Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadan
Ibas ajak pedagang dan UMKM kompak jaga harga dan rantai pasok selama Ramadan demi lindungi daya beli masyarakat
Menanggapi hal tersebut, Ibas menjelaskan bahwa perubahan harga sangat dipengaruhi mekanisme permintaan dan pasokan.
“Harga turun sering kali karena pasokan berlebih atau perubahan pola konsumsi. Karena itu, peternak perlu mengatur ritme produksi, mencari pasar baru, serta memastikan efisiensi biaya operasional agar tetap memperoleh keuntungan,” ungkapnya.
Ibas juga mendorong diversifikasi usaha peternakan dan pembangunan kemitraan distribusi agar tidak bergantung pada satu pasar.
Sementara itu, Sadam, mahasiswa lainnya, menyoroti kesenjangan harga bahan pangan di wilayah Madiun Raya. Ibas menilai perbedaan harga umumnya dipengaruhi distribusi logistik dan rantai pasok antarwilayah.
Dia menegaskan pentingnya pengawasan bersama agar harga tetap wajar dan tidak memberatkan masyarakat.
“Distribusi harus lancar dan transparan. Pemerintah daerah perlu aktif melakukan monitoring agar harga pangan antarwilayah tetap seimbang dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.
Ia berharap Ramadan menjadi momentum penguatan ekonomi daerah, dengan pedagang dan UMKM yang semakin mandiri dan kompetitif, serta masyarakat yang memperoleh harga terjangkau dengan produk berkualitas.
Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Magetan, Wahyu Kurniawan, dan berlangsung dalam suasana dialog yang konstruktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IBAS3333.jpg)