Kembangkan Sektor Pariwisata dan Ekraf, UMKM di Jatim Didorong Masuk Rantai Pasok MICE
Ibas dorong UMKM perempuan Jatim masuk rantai pasok MICE, dorong pariwisata dan ekonomi kreatif tumbuh inklusif.
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menekankan keterlibatan UMKM perempuan Jawa Timur dalam rantai pasok sektor MICE.
- Ia mendorong UMKM kuliner, kriya, fesyen, dan jasa kreatif masuk ekosistem MICE untuk memperkuat ekonomi kreatif, menghadapi tantangan literasi digital, pembiayaan, dan stunting, serta menembus pasar global.
TRIBUNNEWS.COM- Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya keterlibatan UMKM Jawa Timur dalam rantai pasok sektor Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
Menurutnya, potensi pariwisata dan MICE di Jawa Timur sangat besar, namun belum sepenuhnya memberi ruang bagi UMKM lokal, khususnya pelaku ekonomi kreatif perempuan.
“Event MICE jangan hanya menggerakkan hotel dan venue besar. UMKM kuliner, kriya, fesyen, jasa kreatif, hingga desa wisata harus masuk dalam rantai pasoknya,” ujar Ibas, Senin (2/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bersama komunitas perempuan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, serta pengembang daerah pariwisata dalam rangka sosialisasi dan Reses Ramadan 2026.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI tersebut mengusung tema “Optimalisasi Kemitraan UMKM dalam Rantai Pasok Event MICE di Jawa Timur” dengan subtema “Perempuan Tangguh, Ekonomi Kreatif Bertumbuh”.
Ibas menekankan, lebih dari 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Karena itu, penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari penguatan peran perempuan sebagai pilar ekonomi nasional.
“Jika perempuan kuat, keluarga kuat. Jika keluarga kuat, bangsa ini kuat,” tegasnya.
Meski demikian, UMKM di Jawa Timur masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan akses pembiayaan, kapasitas SDM, hingga persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Untuk itu, ia mendorong adanya ekosistem yang adil dan inklusif, menghubungkan UMKM dengan event organizer, hotel, pemerintah daerah, dan pelaku industri MICE.
“UMKM dengan karakter dan identitas khas Indonesia harus diperkuat agar mampu menembus pasar global sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IBAS3333.jpg)