Oknum Perwira Polisi Disebut Tembak Pemuda hingga Tewas di Makassar, Ini Pengakuan Saksi
Kepala Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar Muhammad Ansar mengatakan tembakan tersebut dilepaskan oknum perwira.
"Awalnya disampaikan dibawa ke rumah sakit, tapi belum dibilang meninggal," kata Desi saat ditemui di rumahnya Jl Toddopuli I, Lorong IV, Makassar, Selasa (3/3/2026).
Tak sampai sejam setelah menerima informasi, ia kembali menerima kabar jika anaknya sudah meninggal dunia.
Desi mengaku sempat dihubungi pihak kepolisian yang berada di rumah sakit.
Polisi menyampaikan jika peristiwa itu berawal dari konvoi yang berujung tawuran.
Baca juga: Penembakan Misterius Sasar Keluarga Wakil Rakyat di Pekalongan, Polisi Selidiki Motif Intimidasi
“Ini bu, ada konvoi terus ada tawuran. Anakku katanya ketembak,” kata Desi menirukan ucapan polisi.
Ia kemudian mempertanyakan penyebab anaknya bisa tertembak.
“Kok bisa ketembak? Kalau polisi menembak itu ke atas, kenapa anakku bisa kena? Berarti ini kesalahan pak” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Polisi kemudian menjawab sementara diselidiki.
Setelah menerima telepon dari keluarga, ia sempat ingin ditemui seorang polisi di Jakarta.
Namun, ia meminta agar komunikasi dilakukan melalui adiknya.
“Kayaknya jam 1 lewat jenazahnya di bawah ke rumah. Sudah diautopsi," ujarnya.
"Harus anakku diautopsi. Saya bilang begitu, jadi diauotopsi di sana," tambah Desa.
Setibanya di rumah duka Makassar Senin dini hari, Desi melihat kondisi jenazah anaknya.
"Mukanya sudah bengkak, ada benjolan. Tapi kan sudah dipakaikan baju. Terus kepalanya kayak berdarah, tapi nggak bisa dibuka,” jelasnya.
Adik korban sempat ingin membuka bagian yang diduga bekas tembakan, namun urung dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-penembakan-652020.jpg)