Senin, 20 April 2026

Warga Cianjur Tewas Karena Curi Labu, Gubernur Dedi Mulyadi Sesalkan Sikap Perangkat Desa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa menyesal dengan pembiaran aparat terhadap korban sehingga meninggal dunia usai digebuk.

Editor: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Dedi Mulyadi memanggil perangkat desa setelah seorang warga bernama Minta (56) tewas dianiaya karena mencuri dua labu siam di Cianjur.
  • RT dan warga sempat menganggap kasus selesai secara kekeluargaan dan tidak membawa korban yang luka parah ke rumah sakit.
  • Gubernur menyesalkan kelalaian tersebut, sementara pelaku UA telah ditangkap polisi untuk diproses hukum.

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanggil perangkat desa terkait kematian Minta (56) yang dianiaya setelah mencuri labu siam di Cianjur.

Mereka yang dipanggil adalah ketua RT, kepala dusun, kepala desa dan adik korban bernama Cucum Suhendar.

Kasus meninggalnya Minta terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/2/2026) sore. 

Minta meninggal dunia setelah mencuri dua buah labu siam di kebun yang dijaga oleh pelaku berinisial UA (41).

Saat itu, korban yang ketahuan mencuri labu siam langsung dikejar dan dipukuli oleh pelaku hingga meninggal dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi bertanya apakah Cucum melaporkan peristiwa itu ke RT setempat. Cucum pun menjawab tidak.

"Enggak lapor. (Tetapi) ada tetangga ada yang ngasih tahu ke Pak RT," ucap Cucum, dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi.

TEWAS DIANIAYA - Seorang penjaga kebun di Cianjur tega menghabisi nyawa seorang lansia hanya karena perkara sepele. Korban yang diduga mengambil dua buah labu siam untuk bertahan lapar, justru dihadiahi pukulan bertubi-tubi hingga kehilangan nyawa.
TEWAS DIANIAYA - Seorang penjaga kebun di Cianjur tega menghabisi nyawa seorang lansia hanya karena perkara sepele. Korban yang diduga mengambil dua buah labu siam untuk bertahan lapar, justru dihadiahi pukulan bertubi-tubi hingga kehilangan nyawa. (Tribunnews.com)

Kemudian, ketua RT menjelaskan bahwa saat itu sama sekali tidak mengetahui adanya peristiwa penganiayaan terhadap warganya.

"Saat kejadian, sama sekali tidak ada laporan dari pihak korban maupun pelaku," ungkap Pak RT.

Ketua  RT mengaku, ia baru mengetahui adanya penganiayaan setelah ustaz setempat mendatangi kediamannya melaporkan kejadian tersebut pada Sabtu malam setelah tarawih.

"Kata Pak Ustaz, 'Tahu tidak, Minta kabarnya dipukuli jam 6 oleh Ujang Ahmad,'" ucap Pak RT menirukan percakapannya dengan sang ustaz.

Kala itu, Pak RT mengaku kecewa karena tidak ada warga yang melaporkan langsung peristiwa itu kepadanya.

Setelah itu, Pak RT pun mendatangi RW untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut.

Baca juga: Pengakuan Penjaga Kebun Aniaya Lansia yang Curi Labu Siam di Cianjur, Terancam 7 Tahun Penjara

"Langsung ngobrol sama pelaku. Di rumah Pak RW ngobrol, (kasus) dianggap sudah selesai jangan dibawa ke ranah hukum," tutur Pak RT.

Setelah itu, Pak RT pun langsung kembali ke rumahnya tanpa menengok kondisi korban.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved