Warga Cianjur Tewas Karena Curi Labu, Gubernur Dedi Mulyadi Sesalkan Sikap Perangkat Desa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa menyesal dengan pembiaran aparat terhadap korban sehingga meninggal dunia usai digebuk.
Kekecewaan Dedi Mulyadi
Atas tindakan RT tersebut, Dedi Mulyadi pun merasa menyesal dengan pembiaran aparat terhadap korban.
"Ini masalahnya kenapa korban tidak ditengok dalam keadaan luka parah, kan harusnya dibawa ke rumah sakit. Kan ada orang digebukin, RW sudah tahu ada yang digebukin. Masa yang digebukinnya enggak ditengok?" sambung Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi pun menegaskan bahwa RT dan RW melakukan kesalahan fatal terhadap pembiaran kasus yang menimpa Minta.
"Kesalahannya di situ, orang sudah terluka parah dibiarkan tidak dibawa ke rumah sakit. Kalau dibawa ke rumah sakit mungkin tertolong," kata Dedi Mulyadi.
Anggap Kasus Selesai
Ketua RT mengaku tidak melaporkan peristiwa itu kepada Kepala Desa karena menganggap kasus telah selesai.
Sementara, Kepala Dusun baru mengetahui peristiwa pemukulan itu dari laporan RT pada hari Senin (2/3/2026).
"Saya langsung merespons ke Pak Kades, Babinsa, langsung meluncur," ujar Kepala Dusun.
Tetapi, Dedi Mulyadi menilai bahwa hal tersebut menjadi sia-sia karena korban sudah meninggal dunia.
"Ya tapi kan sudah meninggal dunia. Seharusnya ribut ketika hidup," beber Dedi Mulyadi.
"Saya sebagai gubernur ya merasa menyesal dan berdosa ada nyawa yang tidak bisa diselamatkan dengan cara dibawa ke rumah sakit," ungkap Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, menjadi dosa besar pemerintah membiarkan ada nyawa melayang karena lambannya penanganan.
Baca juga: Kisah Pilu: Tak Punya Uang untuk Berbuka, Minta Terpaksa Curi 2 Labu Siam, Berakhir Tewas Dianiaya
"Ketika orang sudah digebukin, Pak RT sudah tahu, Pak RW sudah tahu, tetapi tidak ada tindakan orang untuk menyelamatkan dibawa ke rumah sakit," ujar Dedi Mulyadi.
Pelaku Ditangkap